Pidato Lengkap Prabowo soal Israel-Palestina di Sidang Umum PBB

Eva Safitri - detikBali
Rabu, 24 Sep 2025 10:38 WIB
Prabowo di sidang majelis umum PBB. (Foto: Dok. YouTube Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Denpasar -

Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungan Indonesia untuk Palestina saat menyampaikan pidato perdana pada Sidang Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025). Prabowo berpidato sebagai pembicara ketiga, setelah Presiden Brasil Lula da Silva dan Presiden AS Donald Trump.

Prabowo menekankan dunia tidak boleh bungkam melihat penolakan terhadap legitimasi dan keadilan bagi Palestina. Dalam pidatonya ia menyerukan agar PBB menolak doktrin bahwa yang kuat berkuasa sementara yang lemah menanggung beban.

"Hari ini kita tidak boleh diam, sementara Palestina ditolak keadilan dan legitimasi," ujar Prabowo.

Ia menegaskan bahwa PBB harus berdiri untuk membela semua pihak, baik yang kuat maupun yang lemah. Dalam penutup pidatonya, Prabowo menegaskan kembali dukungan Indonesia terhadap solusi dua negara sebagai jalan pencapaian perdamaian antara Palestina dan Israel.

Kesiapan Kontribusi Penjaga Perdamaian

Prabowo menyampaikan kesiapan Indonesia untuk ambil bagian nyata dalam upaya penjagaan perdamaian. Ia mengatakan Indonesia siap mengerahkan 20.000 atau lebih pasukan penjaga perdamaian jika Dewan Keamanan dan Majelis Agung PBB memutuskan perlunya pasukan itu, serta siap berkontribusi secara finansial.

Di bagian awal pidato, Prabowo menyinggung prinsip kesetaraan manusia dan sejarah panjang Indonesia yang pernah hidup di bawah kolonialisme dan penindasan. Ia menyebut peran PBB dalam memberi legitimasi internasional dan bantuan bagi pembangunan awal Indonesia melalui lembaga-lembaga PBB seperti UNICEF, FAO, dan WHO.

Ketahanan Pangan, Iklim, dan Energi

Prabowo juga memaparkan langkah domestik Indonesia dalam ketahanan pangan, termasuk klaim swasembada beras dan ekspor bantuan beras ke negara yang membutuhkan, termasuk Palestina. Ia juga mengingatkan dampak perubahan iklim, menyebut kenaikan muka air laut dan rencana pembangunan tembok laut sepanjang 480 kilometer. Indonesia menargetkan nol emisi bersih pada 2060 dan rencana reboisasi 12 juta hektare.

Prabowo menutup pidatonya dengan menyerukan solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian sejati antara Palestina dan Israel. Ia mengajak semua bangsa untuk hidup sebagai satu keluarga manusia dan mewujudkan rekonsiliasi. Berikut isi pidato lengkap Prabowo di Sidang Umum PBB tersebut:

Simak Video "Video: Prabowo Bakal Pidato di Sidang Umum PBB Setelah Presiden Lula dan Trump"


(dpw/dpw)
Berita detikcom Lainnya