Satgas Imigrasi Bersiap Tangani Turis Asing Pembuat Onar-Praktek Ilegal di Bali

Satgas Imigrasi Bersiap Tangani Turis Asing Pembuat Onar-Praktek Ilegal di Bali

Sui Suadnyana, Firizqi Irwan - detikBali
Sabtu, 30 Agu 2025 09:20 WIB
Apel pasukan kesiapan Satgas Patroli Imigrasi Bali yang dipimpin Gubernur Bali, Wayan Koster, di Makodam IX/Udayana, Sabtu (30/8/2025). (Ahmad Firizqi Irwan/detikBali)
Foto: Apel pasukan kesiapan Satgas Patroli Imigrasi Bali yang dipimpin Gubernur Bali, Wayan Koster, di Makodam IX/Udayana, Sabtu (30/8/2025). (Ahmad Firizqi Irwan/detikBali)
Denpasar -

Satuan Tugas (Satgas) Patroli Imigrasi Bali melakukan persiapan untuk merespons maraknya warga negara asing (WNA) yang membuat onar dan berpraktek ilegal di Pulau Dewata. Mereka melakukan apel kesiapan di Markas Komando Daerah Militer (Makodam) IX/Udayana.

Apel Kesiapan Satgas Patroli Imigrasi Bali diikuti sejumlah instansi , yakni Tentara Nasional Indonesia (TNI), baik Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU). Kemudian, ada Imigrasi, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan pecalang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini (apel kesiapan) tindak lanjut dari pengukuhan Satgas Patroli Imigrasi agar mulai melaksanakan aktivitas di Bali melakukan operasi penertiban sejumlah pelanggaran yang dilakukan warga negara asing," jelas Gubernur Bali, Wayan Koster, saat memimpin apel tersebut, Sabtu (30/8/2025).

Koster menjelaskan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, sebelumnya telah mengukuhkan Satgas Patroli Imigrasi di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Selasa (5/8/2025).

ADVERTISEMENT

Satgas ini, tutur Koster, fokusnya melakukan patroli dan pengawasan secara berkala bagi WNA yang terindikasi melakukan pelanggaran lalu lintas, investasi bohong, bekerja ilegal, narkotika, pencurian, dan sebagainya, termasuk pelanggaran penggunaan visa, perizinan, maupun praktek-praktek ilegal lain, seperti rumah dan vila pribadi.

Koster menilai praktek-praktek ilegal yang dilakukan turis asing di Bali tidak hanya merugikan ekonomi masyarakat, tetapi juga Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Sehingga, langkah yang dilakukan Imigrasi sangat penting dan diharapkan bisa menjadi aksi nyata dalam menjaga situasi di Bali.

"Saya sangat mendukung penuh karena ini merupakan kebutuhan masyarakat dan Pemerintah Provinsi Bali," tegas pria asal Buleleng tersebut.




(iws/iws)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads