Pada tahun 2025, Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati pada hari Jumat, 5 September 2025. Untuk memeriahkan acara, sebagian masyarakat membuat pidato tentang Maulid Nabi.
Biasanya, ceramah maulid nabi dibacakan pada saat acara resmi, organisasi, maupun pemerintahan. Apakah anda membutuhkan pidato tentang Maulid Nabi Muhammad SAW? Berikut 5 contoh ceramah tentang Maulid Nabi Muhammad SAW! Yuk, disimak!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Pidato tentang Maulid Nabi Muhammad SAW
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Segala puji hanya bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga pada hari yang penuh berkah ini kita dapat berkumpul bersama dalam keadaan sehat wal'afiat, guna memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umat beliau hingga akhir zaman.
Hadirin jamaah yang dimuliakan Allah,
Hari ini kita memperingati salah satu peristiwa agung dalam sejarah umat manusia, yaitu kelahiran Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabi'ul. Kelahiran beliau bukanlah kelahiran biasa, melainkan tanda hadirnya cahaya yang menerangi kegelapan, rahmat yang menyelimuti seluruh alam.
Hadirin sekalian,
Maulid Nabi hendaknya kita maknai bukan hanya sebagai seremonial tahunan. Lebih dari itu, ia adalah momentum untuk menumbuhkan cinta kepada Rasulullah SAW. Namun, perlu kita pahami bahwa cinta sejati kepada Nabi bukan hanya dengan ucapan atau perayaan semata. Cinta sejati adalah dengan mengikuti ajaran beliau, meneladani akhlaknya, dan mengamalkan sunnahnya.
Rasulullah bersabda:
"InnamΓ’ bu'itstu li utammima makarimal akhlΓ’q."
(Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia)
Akhlak Nabi adalah teladan sempurna bagi kita semua. Beliau jujur hingga digelari Al-Amin, penyayang kepada keluarga, rendah hati dalam kehidupan, adil dalam memimpin, dan penuh kasih bahkan kepada musuhnya.
Jamaah yang berbahagia,
Mari kita renungkan, sudahkah kita meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari? Kita sering rajin beribadah, tetapi masih mudah marah, suka berprasangka buruk, bahkan kadang lalai dari amanah. Padahal Nabi bersabda bahwa orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.
Di sinilah pentingnya Maulid Nabi, menjadi pengingat agar kita kembali menata diri, memperbaiki akhlak, dan mendekatkan diri kepada Allah melalui keteladanan Rasulullah.
Hadirin sekalian,
Peringatan Maulid Nabi juga harus menjadi motivasi bagi para pemuda. Rasulullah ketika muda dikenal sebagai sosok yang jujur, pekerja keras, dan amanah. Di zaman modern ini, pemuda Islam dituntut untuk berilmu, kreatif, namun tetap berpegang teguh pada iman dan akhlak. Jangan sampai pemuda Muslim hanya pandai berteknologi, tapi miskin akhlak. Ingatlah, dengan akhlak yang baik, Rasulullah mampu mengubah peradaban.
Demikian pula para orang tua, teladanilah Nabi dalam mendidik keluarga. Rasulullah adalah sosok suami yang penuh kasih, ayah yang penuh perhatian, dan guru yang penuh kesabaran. Jika setiap rumah tangga Muslim mencontoh keluarga Nabi, insyaAllah tercipta masyarakat yang harmonis dan diberkahi.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Mari kita jadikan peringatan Maulid Nabi ini sebagai kesempatan untuk memperbanyak shalawat, memperdalam ilmu agama, memperkuat ukhuwah, dan meneladani sunnah beliau. Semoga dengan kecintaan kita kepada Rasulullah, kita kelak mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat. Aamiin ya rabbal 'alamin.
Semoga Allah menjadikan kita semua sebagai umat yang istiqomah mengikuti sunnah Nabi, mencintai beliau dengan sepenuh hati, dan dikumpulkan bersama beliau di surga-Nya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
2. Pidato tentang Maulid Nabi Muhammad SAW
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin, segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dialah Tuhan semesta alam yang telah melimpahkan begitu banyak nikmat kepada kita, mulai dari nikmat iman, nikmat Islam, hingga nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga kita bisa berkumpul di majelis yang mulia ini.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi besar Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam, seorang manusia agung yang menjadi rahmat bagi seluruh alam, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Hari ini kita berkumpul untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, sebuah momentum yang sangat berharga. Peringatan ini bukan hanya sekedar mengenang kelahiran beliau, tetapi juga sebagai sarana untuk merenungkan kembali perjalanan hidup Rasulullah, mengambil teladan dari akhlak mulia beliau, dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Hadirin sekalian,
Nabi Muhammad SAW lahir dalam keadaan yatim, tumbuh dalam kesederhanaan, tetapi beliau memiliki akhlak yang begitu agung. Sejak muda, beliau dikenal dengan gelar Al-Amin, orang yang terpercaya. Beliau jujur dalam berdagang, sehingga orang-orang Quraisy menaruh hormat kepadanya.
Ketika diangkat menjadi nabi, beliau menghadapi banyak tantangan: dihina, difitnah, bahkan disakiti. Namun, Rasulullah tidak pernah membalas dengan kebencian. Beliau justru mendoakan kaumnya. Dalam sebuah peristiwa di Thaif, ketika Rasulullah dilempari batu hingga berdarah, malaikat Jibril menawarkan untuk membalikkan gunung agar kaum itu hancur. Tetapi apa kata Rasulullah? Beliau menolak dan malah berkata:
"Aku berharap kelak dari keturunan mereka lahir orang-orang yang beriman kepada Allah".
Inilah bukti kasih sayang Rasulullah, yang bukan hanya untuk umat Islam, tetapi untuk seluruh manusia.
Hadirin yang berbahagia,
Sayangnya, di era modern ini, banyak di antara kita yang mengaku cinta Rasulullah, tetapi masih jauh dari teladannya. Kita rajin beribadah, tetapi mudah marah. Kita pandai membaca Al-Qur'an, tetapi masih lalai menjaga lisan. Kita senang berbicara tentang akhlak Nabi, tetapi dalam keseharian kita masih sering lalai, egois, dan kurang peduli dengan sesama.
Peringatan Maulid Nabi harus menjadi momen muhasabah, cermin untuk memperbaiki diri. Mari kita belajar jujur dalam berdagang, bekerja, maupun belajar, karena Nabi adalah teladan kejujuran. Mari kita belajar sabar menghadapi ujian hidup, karena Nabi adalah teladan kesabaran. Mari kita belajar peduli pada sesama, karena Nabi adalah teladan kasih sayang dan kepedulian sosial.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Cinta kepada Nabi tidak cukup hanya dengan ucapan. Cinta kepada Nabi harus dibuktikan dengan mengikuti sunnah beliau, meneladani akhlaknya, serta memperjuangkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan kita.
Hadirin sekalian,
Semoga peringatan Maulid Nabi kali ini menjadi momentum bagi kita untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dan Rasul-Nya. Mari kita jadikan akhlak Nabi sebagai kompas kehidupan kita. Dengan meneladani beliau, insyaAllah kita bisa menjadi umat terbaik yang diridhai Allah SWT.
Mari kita akhiri dengan doa:
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita kekuatan untuk istiqomah di jalan Islam, memberikan kita kemampuan untuk meneladani Rasulullah dalam setiap aspek kehidupan, dan semoga kelak kita semua mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat.
Amin, ya Rabbal 'alamin.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
3. Pidato tentang Maulid Nabi Muhammad SAW
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin, segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesehatan, sehingga pada kesempatan yang mulia ini kita dapat berkumpul untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan pengikut beliau hingga akhir zaman.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Hari ini kita memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan ini bukan sekadar mengenang kelahiran seorang manusia agung, melainkan juga momen untuk merenungi perjalanan hidup beliau yang penuh teladan. Rasulullah adalah utusan Allah yang hadir membawa rahmat, membimbing manusia dari zaman kegelapan menuju cahaya kebenaran, dan mengajarkan akhlak mulia kepada umatnya.
Hadirin sekalian,
Kisah hidup Nabi penuh dengan pelajaran. Sejak kecil, beliau telah diuji dengan banyak kesulitan. Beliau lahir dalam keadaan yatim, bahkan belum sempat merasakan kasih sayang seorang ayah. Namun dari kecil beliau tumbuh dengan sifat yang luhur. Masyarakat Mekah memberinya gelar Al-Amin, yang artinya orang yang dapat dipercaya. Betapa mulia akhlaknya sehingga orang-orang Quraisy, meski kelak menentangnya, tetap percaya kepada kejujuran dan amanah beliau.
Suatu ketika, saat beliau berdagang di Syam, banyak orang terkesan dengan kejujuran Rasulullah. Keuntungan memang penting, tetapi Nabi tidak pernah menipu atau mengurangi timbangan. Dari sini kita belajar bahwa dalam pekerjaan, kejujuran lebih utama daripada sekadar mengejar keuntungan duniawi.
Tidak hanya dalam perdagangan, dalam kepemimpinan pun beliau adalah contoh yang luar biasa. Nabi adalah pemimpin yang adil dan penuh kasih. Beliau tidak pernah meninggikan diri, bahkan sering duduk bersama sahabatnya layaknya orang biasa. Dalam keseharian, Nabi tidak segan membantu pekerjaan rumah, memperbaiki sandal dan pakaian beliau sendiri. Sungguh, betapa rendah hati beliau, meski kedudukan beliau begitu tinggi.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Peringatan Maulid ini juga harus menjadi cermin bagi kita semua. Cinta kepada Nabi tidak hanya diucapkan dengan lisan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Sayangnya, banyak di antara kita yang rajin beribadah, tetapi masih mudah marah. Kita pandai membaca Al-Qur'an, tetapi lalai menjaga lisan. Kita mengaku cinta Rasul, tetapi masih sering egois, sombong, dan kurang peduli pada sesama.
Oleh karena itu, mari kita jadikan Maulid Nabi sebagai pengingat untuk memperbaiki diri. Mari kita tumbuhkan sifat jujur dalam berdagang dan bekerja, karena Nabi adalah teladan kejujuran. Mari kita belajar sabar dalam menghadapi cobaan hidup, karena Nabi adalah teladan kesabaran. Mari kita tumbuhkan kasih sayang kepada keluarga, tetangga, dan sesama, karena Nabi adalah teladan kasih sayang.
Hadirin yang saya hormati,
Rasulullah adalah teladan sepanjang masa. Beliau tidak hanya besar di masa hidupnya, tetapi ajaran dan akhlaknya tetap relevan hingga hari ini. Dunia modern penuh tantangan: banyak orang lebih mementingkan materi daripada kejujuran, lebih mengejar popularitas daripada kerendahan hati. Di sinilah kita harus kembali meneladani Rasulullah, agar hidup kita senantiasa dalam ridha Allah.
Semoga dengan memperingati Maulid Nabi, kita bisa semakin cinta kepada beliau, tidak hanya diucapkan, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, insyaAllah kita akan termasuk ke dalam umat beliau yang mendapatkan syafaat di hari kiamat kelak.
Amin ya Rabbal 'alamin.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
4. Pidato tentang Maulid Nabi Muhammad SAW
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, kesehatan, serta kesempatan untuk berkumpul dalam majelis yang penuh berkah ini. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam, suri teladan sepanjang masa, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.
Hadirin yang berbahagia,
Hari ini kita memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Bagi sebagian orang, peringatan ini mungkin dianggap sekadar acara seremonial tahunan. Namun sesungguhnya, Maulid Nabi adalah momen yang sangat berharga untuk merenungi makna kelahiran beliau bagi kehidupan umat manusia.
Nabi Muhammad SAW lahir di tengah masyarakat yang diliputi kegelapan moral. Saat itu, perbudakan merajalela, wanita dipandang rendah, peperangan antar-suku terus berlangsung, dan banyak orang hidup tanpa pedoman. Dalam kondisi seperti itulah Allah mengutus seorang nabi yang membawa rahmat dan cahaya, untuk memperbaiki tatanan hidup manusia.
Hadirin sekalian,
Kehadiran Rasulullah bukan hanya membawa ajaran agama, tetapi juga memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Beliau tidak hanya mengajarkan ibadah, tetapi juga mendidik umat agar berakhlak mulia.
Mari kita renungkan, bagaimana Rasulullah menata kehidupan dengan penuh keseimbangan:
Dalam keluarga, beliau adalah suami yang penuh kasih sayang. Beliau membantu pekerjaan rumah, berbicara lembut, dan penuh perhatian kepada istri serta anak-anaknya.
Dalam masyarakat, beliau menjadi sahabat yang ramah, tidak pernah merendahkan orang lain, dan selalu mendahulukan kepentingan orang banyak di atas kepentingan pribadi.
Dalam kepemimpinan, beliau menunjukkan sikap adil, sederhana, dan selalu bermusyawarah dengan para sahabat.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Banyak sekali kisah yang menunjukkan kelembutan hati Rasulullah. Suatu ketika, ada seorang perempuan tua yang setiap hari selalu melempari beliau dengan kotoran ketika beliau lewat di depan rumahnya. Namun, ketika suatu hari perempuan itu sakit, Rasulullah justru menjenguknya dengan penuh kasih sayang. Perempuan itu pun akhirnya tersentuh dan masuk Islam.
Dari kisah sederhana ini, kita belajar bahwa akhlak mulia lebih kuat daripada kata-kata. Rasulullah mengajarkan bahwa dakwah bukan hanya dengan ceramah, tetapi juga dengan teladan nyata.
Hadirin yang berbahagia,
Jika kita lihat kondisi umat sekarang, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kondisi Arab jahiliyah dulu. Banyak orang terjebak pada sifat egois, materialisme, ketidakjujuran, dan hilangnya kepedulian sosial. Bahkan di era teknologi saat ini, kita sering kali sibuk dengan dunia maya tetapi lalai terhadap orang-orang di sekitar kita.
Di sinilah pentingnya Maulid Nabi. Bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi membangkitkan semangat untuk menghidupkan kembali ajarannya dalam kehidupan modern.
Kita perlu meneladani kejujuran Nabi dalam bekerja, karena hari ini banyak orang terjebak dalam praktik kecurangan.
Kita perlu meneladani kesabaran Nabi dalam menghadapi ujian, karena hidup di zaman sekarang penuh tantangan.
Kita perlu meneladani kepedulian Nabi terhadap fakir miskin, karena masih banyak saudara kita yang kesulitan.
Kita perlu meneladani kerendahan hati Nabi, agar kita tidak sombong meski memiliki ilmu, harta, ataupun jabatan.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Kecintaan kita kepada Nabi tidak cukup hanya dengan memperingati Maulid atau membaca shalawat. Kecintaan itu harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku kita sehari-hari.
Jika Nabi mengajarkan kasih sayang, mari kita kurangi kebencian.
Jika Nabi mengajarkan kejujuran, mari kita tinggalkan kebohongan.
Jika Nabi mengajarkan kepedulian, mari kita tingkatkan solidaritas sosial.
Dengan begitu, peringatan Maulid Nabi bukan hanya sekedar acara tahunan, tetapi benar-benar membawa perubahan dalam kehidupan kita.
Hadirin yang berbahagia,
Marilah kita jadikan momen Maulid Nabi ini sebagai sarana untuk memperbaiki diri. Mari kita berusaha meneladani Rasulullah dalam setiap langkah kita. Semoga dengan itu, kita termasuk golongan umat beliau yang mendapat syafaat di hari kiamat.
Amin, ya Rabbal 'alamin.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
5. Pidato tentang Maulid Nabi Muhammad SAW
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta'ala, Tuhan semesta alam, yang dengan kasih sayang-Nya kita masih diberi kesempatan untuk hadir di majelis yang penuh berkah ini. Shalawat serta salam mari senantiasa kita curahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam, sosok yang paling kita rindukan, teladan sepanjang masa, beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Hari ini kita memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, hari lahirnya seorang manusia agung yang kehadirannya membawa perubahan besar bagi dunia. Beliau lahir di tengah masyarakat yang rusak akhlaknya, namun dengan bimbingan Allah, beliau berhasil membangkitkan manusia dari kegelapan menuju cahaya iman.
Maulid bukan sekadar mengenang hari kelahiran Rasulullah. Lebih dari itu, Maulid adalah momentum untuk menumbuhkan rasa cinta, rindu, dan teladan kepada beliau. Karena bagaimana mungkin kita mengaku umat beliau, kalau kita tidak mengenal, tidak meneladani, bahkan tidak merindukan Nabi kita?
Hadirin sekalian,
Kalau kita renungkan, betapa besar kasih sayang Nabi kepada umatnya. Dalam banyak kesempatan, beliau selalu mengingat kita, meskipun kita belum lahir di zamannya. Bahkan ketika beliau sakit menjelang wafat, yang terucap dari lisannya bukanlah tentang keluarganya, bukan tentang harta benda, melainkan tentang umatnya. Dengan penuh kasih beliau berkata, "Ummati... ummati..." Beliau begitu memikirkan keselamatan kita hingga akhir hayatnya.
Bayangkan, hadirin sekalian, Nabi yang begitu mulia justru merindukan kita, umatnya. Lalu bagaimana dengan kita? Sudahkah kita benar-benar merindukan beliau?
Hadirin yang berbahagia,
Kerinduan kepada Rasulullah tidak cukup hanya dengan ucapan. Kerinduan itu harus diwujudkan dengan mengikuti teladan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Kalau kita mengaku rindu Nabi, mari kita buktikan dengan menjaga lisan dari ucapan kasar dan dusta.
Kalau kita mengaku cinta Nabi, mari kita buktikan dengan berlaku jujur dalam pekerjaan dan amanah dalam tanggung jawab.
Kalau kita mengaku umat Nabi, mari kita buktikan dengan kasih sayang terhadap keluarga, tetangga, dan siapa pun di sekitar kita.
Karena sesungguhnya cinta yang sejati adalah cinta yang dibuktikan dengan amal.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Kehidupan modern sering membuat kita sibuk, terkadang jauh dari ajaran Rasulullah. Kita mudah terseret oleh arus teknologi, media sosial, dan kesibukan dunia, hingga lupa bahwa Nabi telah memberikan pedoman hidup yang jelas. Oleh karena itu, mari kita jadikan peringatan Maulid ini sebagai ajakan untuk kembali meneladani Rasulullah.
Beliau mengajarkan kesederhanaan, meski memiliki kedudukan tinggi. Mari kita jauhkan diri dari sifat sombong dan berlebihan.
Beliau mengajarkan kesabaran, meski sering disakiti. Mari kita belajar menahan amarah dan membalas dengan kebaikan.
Beliau mengajarkan kepedulian sosial, mari kita tingkatkan solidaritas dengan membantu fakir miskin dan sesama yang membutuhkan.
Hadirin yang saya hormati,
Semoga dengan memperingati Maulid Nabi ini, kita bukan hanya sekadar merayakan, tetapi benar-benar memperbaharui tekad untuk hidup sesuai teladan beliau. Semoga kita termasuk golongan umat yang mendapat syafaat Nabi Muhammad SAW di hari kiamat, sehingga kita bisa berkumpul bersama beliau di surga kelak.
Amin ya Rabbal 'alamin.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Itu dia, 5 contoh pidato/ceramah tentang Maulid Nabi Muhammad SAW. semoga bermanfaat!
(nor/nor)