Progres Penataan Pura Besakih Capai 90%, Desember Ditarget Rampung

Progres Penataan Pura Besakih Capai 90%, Desember Ditarget Rampung

I Wayan Selamat Juniasa - detikBali
Jumat, 04 Nov 2022 15:32 WIB
Penataan Pura Agung Besakih direncanakan selesai pada akhir tahun 2022.
Penataan Pura Agung Besakih direncanakan selesai pada akhir tahun 2022. Foto: I Wayan Selamat Juniasa
Karangasem -

Penataan Kawasan Pura Agung Besakih di Kabupaten Karangasem, Bali direncanakan rampung pada akhir tahun 2022. Progres penataan yang menghabiskan dana Rp 770 miliar itu sudah mencapai 90 persen rampung.

Berdasarkan pantauan detikBali, hingga saat ini sudah terlihat semakin megah dan tertata rapi di sekitar kawasan tersebut, baik yang nantinya akan digunakan untuk para pedagang maupun untuk parkir kendaraan.

Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha mengatakan berdasarkan informasi dari PT Pembangunan Perumahan yang merupakan pelaksanaan dari pembangunan kawasan Pura Agung Besakih progresnya sudah hampir 90 persen. Sehingga diharapkan di akhir tahun ini pembangunannya sudah selesai dikerjakan.


"Sebenarnya ada dua versi, untuk pembangunan gedung dan lain sebagainya di akhir Desember kemungkinan sudah selesai. Tapi untuk tempat parkir kemungkinan baru selesai di awal tahun 2023 mendatang karena ada sedikit hambatan terkait tanah waktu ini," kata Widiartha, Jumat (4/11/2022).

Widiartha mengatakan jika semuanya sudah selesai dibangun, maka kawasan Pura Agung Besakih akan terlihat megah dan lebih tertata rapi. Terutama untuk parkir kendaraan dan juga pedagang yang selama ini dinilai semrawut terutama saat ada pujawali di Pura Agung Besakih.

"Nanti jika sudah selesai pembangunannya parkir kendaraan akan rapi karena sudah disediakan tempat yang mampu menampung hingga ribuan kendaraan begitu juga dengan para pedagang juga sudah disediakan tempat khusus," jelas Widiartha.

Sementara itu, salah seorang pedagang di kawasan Pura Agung Besakih Ni Nyoman Purna (51) mengaku sudah siap jika nantinya dipindah ke tempat yang sudah disediakan. Tapi pihaknya mengaku jika nanti saat dipindah pelanggan justru sepi maka akan ditinggal dan tidak jualan lagi.

"Nanti kalau sudah dipindah ke tempat yang sudah disediakan, saya lihat situasi dulu 2-3 bulan jika penjualan sepi yang terpaksa saya berhenti berjualan," kata Purna.

Hal senada juga dikatakan oleh pedagang lainnya Ni Kadek Rati (46) yang juga mengaku mau tidak mau harus siap dipindah ke tempat yang sudah disediakan. Karena ini demi kawasan Pura Agung Besakih agar terlihat lebih rapi sehingga para pedagang semuanya dikumpulkan di satu tempat.

"Sebenarnya bagus kita dipindah ke tempat yang baru karena jika hujan kita tidak kehujanan, jika panas kita tidak kepanasan. Namun itu saja apakah pelanggan akan ramai yang belanja atau tidak nantinya. Apalagi jika kita dapat kebagian tempat paling belakang," kata Rati.

Tapi, meskipun demikian pihaknya berharap jika saat dipindah nanti hasil jualan semakin bagus. Sehingga kesejahteraan para pedagang dapat terjamin apalagi tempatnya bagus dan tertata.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, di sekitar kawasan Pura Agung Besakih yang mendapat penataan memang sudah mulai terlihat megah, terutama jalur utama menuju Pura Agung Besakih. Beberapa bangunan gedung sudah terlihat rampung walaupun ada beberapa yang masih dalam proses finishing.

Sedangkan untuk area parkir kendaraan yang berada di Kawasan Manik Mas, beberapa pekerja juga masih terlihat melakukan pembangunan dengan menggunakan alat berat. Nantinya area parkir kendaraan tersebut dibangun 4 lantai dan disinyalir mampu menampung hingga ribuan kendaraan roda 2 maupun roda 4.



Simak Video "Salak Bali yang Lezat, Salah Satu Ikon Buah Khas Nusantara, Karangasem"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/dpra)