PHDI Bali Desak Beri Sanksi Bagi Bule yang Lecehkan Pura

PHDI Bali Desak Beri Sanksi Bagi Bule yang Lecehkan Pura

Ni Made Lastri Karsiani Putri - detikBali
Sabtu, 01 Okt 2022 22:09 WIB
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, Nyoman Kenak
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, Nyoman Kenak. Foto: ist
Denpasar -

Pelecehan pada tempat sakral di Bali kembali terjadi dan dilakukan oleh Warga Negara Asing (WNA). Terkait hal tersebut, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, Nyoman Kenak pun mendesak agar ada sanksi bagi WNA yang dengan alasan apapun melecehkan tempat suci.

"Harus ada sanksi bagi mereka yang menodai pura. Khususnya sanksi adat sebagai benteng sosial di Bali," kata Kenak dalam siaran persnya, Sabtu (1/10/2022) malam.

Dirinya pun mengaku sangat menyayangkan pelecehan tempat suci yang lagi-lagi terjadi di Bali yang dikenal akan ribuan puranya. Terlebih menjelang digelarnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Bali pada November 2022 mendatang.

Ia mengaku, pihaknya tak bisa bekerja sendiri dalam mengawasi pergerakan seseorang di Pura. Dan tentunya, hal ini pun menjadi tanggungjawab bersama, mulai dari warga setempat sebagai pengempon pura, aparat dan pemerintah.

Kenak menuturkan, telah sejak lama ia menyarankan pengelola pura agar mewaspadai potensi pelecehan terhadap Pura atau simbol Bali lainnya.

"Terlebih, saat ini Pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan komitmen untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah menyadari bahwa kesakralan pura harus dijaga dengan baik," ungkapnya.

Ia mengingatkan, jangan sampai umat Hindu di Bali yang telah berupaya menjaga kesucian pura dengan menggelar berbagai upacara, hanya karena kurangnya pengawasan, justru melemahkan upacara itu sendiri.

Di sisi lain, Kenak menilai selama ini, informasi kesakralan pura telah dilakukan secara masif, sehingga dirasa sangat kecil kemungkinan orang tidak tahu. Hanya saja, kata Kenak, di zaman sekarang ini banyak orang yang ingin cari sensasi dan salah satunya dengan membuat konten.

"Kami sejak lama telah mengimbau agar pengelola pura melakukan pengawasan terhadap aktivitas di Pura. Kita harus sadari bahwa Bali banyaknya kunjungan wisatawan ke Bali tentu memiliki risiko yang jelas, seperti yang viral ini," tambahnya.

Untuk diketahui, viralnya aksi tak terpuji dari pemilik akun Instagram @dreamchaser_traveling dengan menduduki palinggih di Pura Teratai Bang, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan tersebut, karena fotonya diunggah oleh tokoh di Bali.

Di antaranya Ni Luh Djelantik dan Arya Wedakarna. Tindakan bule tersebut pun dinilai melecehkan karena yang diduduki merupakan tempat sakral.

Kelakuan bule di tempat sakral lain di Bali klik halaman selanjutnya




Simak Video "Heboh Bule Kencing di Motor saat Berhenti di Lampu Merah Denpasar "
[Gambas:Video 20detik]