Kisah Suami Istri Foya-foya Pakai Uang Salah Transfer Rp 87 M

Kisah Suami Istri Foya-foya Pakai Uang Salah Transfer Rp 87 M

tim detikFinance - detikBali
Jumat, 23 Sep 2022 17:59 WIB
Ilustrasi Transfer Uang
Ilustrasi uang. Foto: Shutterstock/
Bali -

Kisah pasangan suami dan istri asal Selandia Baru, yang foya-foya menggunakan uang salah transfer ke rekeningnya NZD 10 juta atau lebih dari Rp 87,4 miliar. Cerita kaya mendadak ini kemudian diangkat menjadi film berjudul "Runaway Millionaire".

Dilansir dari detikFinance, kisah berawal saat tahun 2009 lalu, si suami Hui "Leo" Gao mengajukan pinjaman NZD100.000 ke Bank Westpac untuk bisnis pompa bensis di Rotorua, Selandia Baru. Pinjaman tersebut disetujui, namun pegawai bank melakukan kesalahan dengan menambahkan beberapa nol.

Gao dan istrinya Kara Hurring sebenarnya sadar uang tersebut bukan milik mereka, tetapi mereka tetap menikmati uang tersebut. Bahkan pasangan tersebut memutuskan melarikan diri ke China.


Sebelum melarikan diri, Gao sempat mentransfer US$ 6,782.000 uang milik bank tersebut ke rekening pribadinya. Gao pergi lebih dulu pada 29 April 2009, kemudian diikuti Hurring pada 3 Mei 2009.

Pihak bank baru menyadari kesalahan transfer tersebut pada 5 Mei 2009. Mereka pun berupaya mendapatkan kembali uang tersebut dari Gao dan istrinya. Namun karena pasutri tersebut sudah melarikan diri, pihak bank melapor ke pihak berwajib di Selandia Baru.

Dengan bantuan interpol, Gao berhasil ditangkap saat hendak menyeberang dari China ke Hong Kong pada September 2011. Tepat dua setengah tahun setelah kepolisian Rotorua melakukan penyelidikan.

Gao ditangkap setelah muncul red alert (peringatan merah) ketika ia mencoba melintasi perbatasan. Saat itu surat perintah interpol menyatakan Gao dicari Pengadilan Distrik Rotorua, Selandia Baru, atas tuduhan pencurian dan pencucian uang.

Ia pun langsung ditahan Imigrasi Hong Kong. Gao kemudian dihadapkan dengan hakim komitmen di Pengadilan Magistrat Timur, Sai Wan, pada akhir September 2011 dan ditolak dengan jaminan.

Dia dikembalikan ke tahanan untuk menjalani pengadilan pada 28 Oktober 2011. Ia lalu tiba di Selandia Baru pada Desember 2011. Tapi pada akhirnya Gao dibebaskan dengan jaminan hingga vonis dijatuhkan pada 24 Agustus 2012 di Pengadilan Distrik Rotorua.

Sementara itu, pasangannya Hurring menghabiskan 22 bulan di China sebelum ditangkap pada Februari 2011 setelah melakukan perjalanan kembali ke Auckland untuk mendapatkan paspor putrinya, Leena.

Ia lalu dinyatakan bersalah oleh juri Pengadilan Distrik Rotorua atas 30 tuduhan pencurian, mencoba menggunakan kartu bank secara tidak jujur, dan pencucian uang internasional.



Simak Video "Melihat Ganasnya Badai Menerjang Ibu Kota Selandia Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/irb)