Menparekraf Soroti Kasus Begal di Kuta: Jangan Rusak Citra Bali!

Ni Made Lastri Karsiani Putri - detikBali
Sabtu, 13 Agu 2022 06:11 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno ketika ditemui detikBali di Ubud, Gianyar, Bali, Jumat (12/8/2022).
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno ketika ditemui detikBali di Ubud, Gianyar, Bali, Jumat (12/8/2022). Foto: Ni Made Lastri Karsiani Putri-detikBali
Gianyar -

Sebelumnya viral di media sosial video memperlihatkan sekelompok pria hendak merampas handphone turis asing diduga terjadi di Kuta, Badung belum lama ini. Hal tersebut menjadi sorotan berbagai pihak, termasuk Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno.

Terkait tindakan kriminal di Kuta tersebut, ia telah melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Pariwisata Bali dan aparat keamanan setempat. Sandiaga Uno meminta agar semua pihak dapat meningkatkan kewaspadaan serta kian menggencarkan patroli.

"Seandainya ini keluar ke media asing, tentunya sangat buruk buat reputasi Bali yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Jadi, saya sudah titip pesan kepada aparat hukum untuk menindak tegas. Jangan sampai baru kelar pandemi, kita rusak dengan tercorengnya reputasi Bali sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman," ungkapnya, Jumat (12/8/2022).


Ia menuturkan, akan mengambil tindakan tegas jika ada informasi-informasi tidak akurat atau kegiatan-kegiatan pariwisata ekonomi kreatif yang melanggar hukum. Misalnya, pernyataan viral Senator Australia Pauline Hanson yang menyinggung kotoran sapi bertebaran di jalanan Bali.

"Itu harus langsung dipatahkan argumentasinya. Kalau memang ada pelayanan yang kurang baik harus ditingkatkan, dan kalau ada kegiatan yang melanggar hukum seperti kasus money changer, segera ditindak. Kami apresiasi seluruh institusi dan aparat keamanan yang memastikan reputasi nama baik Bali tetap dijaga, sehingga Bali tetap menjadi unggulan destinasi top of mind," sebutnya.

Ia pun berharap ke depan pariwisata Bali bisa menjadi pariwisata berkualitas, sehingga semakin mendapatkan banyak kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Adapun salah satu upaya yang dilakukan dalam mewujudkan hal tersebut, yakni melalui desa wisata.

"Untuk desa wisata akan kami berikan pelatihan dan pendampingan, sekarang salah satu inovasinya adalah mengajak dunia usaha karena kami ingin program ini berkelanjutan," tambahnya ketika ditemui di Ubud, Gianyar.



Simak Video "Kabar Baik! Kunjungan Wisman ke RI Meroket Hingga 40 Persen"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/irb)