5 Tanggapan soal Isu Jokowi Endorse Ganjar-Erick di Pilpres 2024

Tim detikNews - detikBali
Selasa, 09 Agu 2022 07:26 WIB
Presiden Jokowi jalan-jalan di CFD Solo ditemani Ganjar dan Jan Ethes, Minggu (7/8/2022).
Presiden Jokowi jalan-jalan di CFD Solo ditemani Ganjar dan Jan Ethes, Minggu (7/8/2022). Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikJateng
Denpasar -

Mencuat isu Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung atau endorse Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri BUMN Erick Thohir untuk maju Pilpres 2024. Isu tersebut mendapat tanggapan dari berbagai pihak.

Isu itu mencuat saat Jokowi berjalan-jalan di CFD, Jalan Slamet Riyadi, Solo. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendadak muncul di tengah agenda Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selain Jokowi dan Ganjar, Menteri BUMN Erick Thohir terlihat hadir di acara tersebut.

Berikut rangkuman tanggapan-tanggapan soal isu Jokowi Endorse Ganjar-Erick.


1. PDIP Tegaskan Bakal Pilih Pimpinan Berdasarkan Ideologi-Kaderisasi

PDI Perjuangan (PDIP) menanggapi kedekatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ganjar Pranowo dan Erick Thohir. PDIP menegaskan bakal memutuskan sosok pemimpin berdasarkan ideologi, rekam jejak, hingga kaderisasi.

"PDI Perjuangan menegaskan bahwa yang dicari dari sosok capres dan cawapres 2024 adalah sosok pemimpin bangsa yang kokoh pada jalan ideologi Pancasila; memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan; lahir melalui proses kaderisasi kepemimpinan partai dan memiliki kemampuan profesional di dalam membawa kemajuan bangsa serta berkomitmen untuk melanjutkan kebijakan pembangunan yang telah dilakukan oleh Presiden Jokowi," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kepada wartawan, Senin (8/8/2022) seperti dikutip dari detikNews.

Pembahasan PDIP soal pemimpin 2024, menurut penjelasan Hasto, dilakukan oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di tempat khusus. Hal itu, kata Hasto, dilakukan Megawati saat mencalonkan Jokowi.

"Pembahasan kepemimpinan 2024 akan dilakukan melalui dialog intens, mendalam, kontemplatif; bahkan tempatnya pun sangat khusus. Hal itulah yang nantinya akan dilakukan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri dan hal itulah yang beliau lakukan sebelum mencalonkan Pak Jokowi untuk Pemilu 2014 dan 2019," ujar Hasto.

2. Nasdem Singgung Ganjar Sebagai Jagoan Diusung Nyapres

Ketua DPP NasDem Willy Aditya menyinggung Ganjar sebagai salah satu jagoan mereka untuk diusung maju nyapres.

"Namanya tafsir ya sah-sah saja. Apapun bisa ditafsirkan dengan beragam perspektif," kata Willy kepada wartawan, Senin (8/8/2022).

Willy tak mempersoalkan jika sinyal 'endorse' dari Jokowi ke Ganjar itu benar. Baginya, Ganjar merupakan salah satu jagoan NasDem di Pilpres 2024.

"Di sisi lain, kalau pun tafsir itu betul ya tidak ada masalah juga. Toh, Mas Ganjar adalah salah satu jagoan NasDem. Ini enaknya punya jagoan lebih dari satu. Ke mana pun jadi enak," tuturnya.

3. KIB Nilai Ganjar-Erick Belum Final

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Golkar, PAN, PPP menilai Ganjar-Erick belum final. Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani awalnya menyebut momen Jokowi bersama para anggota kabinet membuka tafsir endorsement untuk Pilpres 2024. Dia pun menyebut penafsiran itu sah-sah saja.

"Setiap momen kebersamaan Jokowi dengan anggota kabinet, gubernur atau pejabat pemerintahan lainnya, harus diakui membuka ruang tafsir endorsement untuk pencapresan 2024. Tentu penafsiran itu pun ya sah-sah saja," kata Arsul kepada wartawan, Senin (8/8/2022).

Arsul menilai isu dukungan Jokowi ke Ganjar dan Erick belum final. Dia yakin dukungan Jokowi bisa saja berubah dari waktu ke waktu.

"Namun karena momen kebersamaan itu dari waktu ke waktu bisa jadi berbeda yang terkait dengan sosok-sosok yang berpotensi jadi capres dan cawapres, maka tafsirnya bisa jadi kita maknai sebagai keadaan saat ini dan bukan sesuatu yang final," ujarnya.

Arsul mengatakan pihaknya bakal terus mencermati perkembangan bursa capres. Meskipun tafsiran sinyal 'endorse nyapres' itu muncul, Arsul menekankan KIB bakal memprioritaskan pencapresan berasal dari kader internal KIB.

"Bagi KIB tentu semuanya kami cermati, namun yang juga akan terus kami fokuskan dalah menawarkan figur dari dalam dengan tetap melihat tingkat popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas. Apalagi masih ada waktu yang cukup lama menuju pencapresan," kata dia.

Politikus Senior PDIP Singgung 'Ilmu Tahu Diri' Klik Halaman Selanjutnya



Simak Video "NasDem Sentil Jokowi soal Suasana Duka: Harus Konsisten Lah"
[Gambas:Video 20detik]