Google, WhatsApp hingga Facebook Terancam Diblokir di Indonesia

tim detikInet - detikBali
Minggu, 17 Jul 2022 08:23 WIB
Twitter
Foto: Ilustrasi media sosial (Getty Images/bombuscreative)
Bali -

Google, Netflix, PUBGMobile, Mobile Legend, Twitter, WhatsApp, Instagram, Facebook terancam diblokir di Indonesia. Lantaran aplikasi tersebut belum terdaftar dalam Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat.

Dilansir dari detikInet, perusahaan teknologi raksasa tersebut belum melakukan pendaftaran hingga awal Juli ini. Hanya pihak PUBG Mobile dan Mobile Legends yang mengatakan sedang dalam proses pendaftaran PSE. Sementara, data Kominfo menunjukkan PSE yang sudah mendaftarkan diri, yaitu Gojek, Traveloka, Tokopedia, Ovo, TikTok, Resso, Spotify, Capcut, Helo, Dailymotion, Mi Chat, dan Linktree.

Dijelaskan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate, aturan pendaftaran PSE Lingkup Privat tidak melihat negara asal perusahaan, baik dari dalam maupun luar negeri. Kominfo memberlakukan aturan pendaftaran PSE kepada semua perusahaan elektronik.


"Seluruh penyelenggara sistem elektronik privat, PSE, baik swasta murni maupun yang badan usaha milik negara harus melakukan pendaftaran PSE untuk memenuhi persyaratan perundang-undangan, paling lambat tanggal 20 Juli ini sudah harus melakukan pendaftaran. Pendaftaran mudah karena itu dilakukan melalui OSS atau online single submission, jadi tidak ada alasan hambatan administrasi," katanya kepada wartawan, dilansir dari detikNews.

Pendaftaran ini sebagai wujud ketaatan atas aturan nasional, di mana sektor digital diberikan kesempatan begitu luas. Dikatakan Johnny, pendaftaran PSE ini telah diamanatkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggara Sistem dan Transaksi Elektronik, serta Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat. Batas waktu pendaftaran PSE Lingkup Privat, baik lokal maupun asing, hingga 20 Juli 2022.

"Saya tidak memisahkan apakah ini PSE global atau PSE lokal, tapi PSE privat, baik swasta murni maupun BUMN harus melakukan pendaftaran. PSE publik seperti PeduliLindungi misalnya, juga perlu melakukan pendaftaran, mekanismenya adalah mekanisme pendaftaran PSE publik. Ya perlu saya sampaikan PeduliLindungi sudah terdaftar sebagai PSE publik," tuturnya.



Simak Video "Update Kominfo soal Pemblokiran dan Pendaftaran PSE"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/irb)