Gejala Cacar Monyet yang Perlu Diwaspadai, Demam-Ruam Kulit

Gejala Cacar Monyet yang Perlu Diwaspadai, Demam-Ruam Kulit

Tim detikSulsel - detikBali
Jumat, 15 Jul 2022 16:55 WIB
Cacar monyet: 80 kasus dikonfirmasi di 11 negara, apa sebenarnya cacar ini dan seberapa berbahaya?
Gejala cacar monyet. Foto: BBC World
Bali -

Gejala cacar monyet perlu diketahui sejak dini guna menurunkan tingkat risiko penularannya meski belum ditemukan di Indonesia. Apa saja gejala cacar monyet? Simak penjelasannya berikut ini.

Virus cacar monyet yang mempunyai nama lain Monkeypox merupakan jenis virus zoonosis, yaitu virus yang ditularkan dari hewan kepada manusia. Selain itu, virus cacar monyet juga bisa ditularkan antar manusia melalui kontak cairan tubuh seperti percikan liur, serta benda yang terkontaminasi oleh penderita seperti pakaian dan tempat tidur.

Melansir dari website resmi World Health Organization (WHO), gejala cacar monyet yang pertama kali teridentifikasi pada manusia dilaporkan terjadi pada tahun 1970 di 11 negara Afrika. Kemudian, pada tahun 2003 wabah cacar monyet pertama kali ditemukan di luar negara Afrika, tepatnya di Amerika Serikat.


Pada September 2018, kasus cacar monyet juga telah dilaporkan pada pelancong dari Nigeria ke Israel, ke Inggris pada September 2018, Desember 2019, Mei 2021, dan Mei 2022, ke Singapura pada Mei 2019, serta ke AS pada bulan Juli dan November 2021. Kemudian pada bulan Mei 2022, beberapa orang di negara non endemik telah teridentifikasi mengalami cacar monyet.

Gejala Cacar Monyet

Karakteristik gejala cacar monyet dan cacar biasa hampir sama, karena itu penting untuk mengetahui perbedaan di antara keduanya. Menurut penjelasan dari WHO, masa inkubasi atau interval waktu dari infeksi hingga munculnya gejala cacar monyet berkisar antara 5 sampai 21 hari.

Gejala cacar monyet dibagi menjadi dua periode infeksi. Periode pertama disebut periode invasi, sementara periode kedua adalah periode erupsi kulit.

Berikut penjelasan mengenai gejala cacar monyet yang terjadi pada setiap periode.

1. Periode Invasi

Periode ini terjadi pada rentang waktu 0-5 hari setelah penderita pertama kali terinfeksi virus Cacar Monyet. Pada periode ini, penderita bisa mengalami beberapa gejala awal yang cukup umum.

Gejala Cacar Monyet yang biasanya dialami penderita pada periode ini antara lain:
- Demam
- Sakit kepala hebat
- Limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening)
- Nyeri punggung
- Myalgia (nyeri otot)
- Astenia hebat (kekurangan energi)

Pembengkakan kelenjar getah bening merupakan salah satu ciri pembeda antara cacar monyet dengan cacar jenis lainnya. Jika mengalami gejala ini, sebaiknya penderita segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

2. Periode Erupsi Kulit

Periode Erupsi Kulit pada Cacar Monyet umumnya terjadi pada 1-3 hari setelah penderita mengalami gejala Cacar Monyet berupa demam. Pada fase ini, gejala utama yang tampak adalah munculnya ruam pada kulit penderita.

Gejala Cacar Monyet berupa ruam pada kulit ini akan timbul pada beberapa area tubuh, antara lain:

- Wajah
- Telapak tangan
- Telapak kaki
- Selaput lendir mulut
- Alat kelamin
- Konjungtiva (selaput lendir yang melapisi kelopak mata)
- Kornea mata

Proses berkembangnya ruam pada gejala cacar monyet terjadi secara berurutan. Pada mulanya, ruam berbentuk makula yaitu lesi yang tampak datar dengan kulit, kemudian berubah menjadi lebih keras dan sedikit terangkat dari permukaan kulit.

Selanjutnya, ruam berkembang menjadi vesikel, yaitu lesi yang berisi cairan bening. Setelah itu, cairan lesi yang sebelumnya bening berubah menjadi kekuningan sebelum akhirnya mengering dan rontok.

Jumlah lesi yang muncul pada tumbuh penderita gejala Cacar Monyet sangat bervariasi, pada beberapa kasus lesi yang muncul bisa mencapai ribuan. Salah satu kondisi terparahnya ketika lesi menyatu satu sama lain dan menyebabkan sebagian besar kulit terkelupas.

Kapan Sebaiknya Periksa ke Dokter?

Jika seseorang mengalami gejala seperti pembengkakan kelenjar getah bening yang menjadi ciri khas gejala Cacar Monyet, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Apalagi jika baru saja melakukan kontak fisik dengan seseorang yang telah dinyatakan terinfeksi virus Monkeypox.

Meskipun Cacar Monyet adalah jenis penyakit 'self-limited disease' atau penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya, penyakit ini sebaiknya tidak disepelekan. Ketika merasakan gejala Cacar Monyet, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan, sera menghindari kemungkinan penularan ke orang lain.



Simak Video "Kenali Gejala Awal Cacar Monyet"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/nor)