Setiap tahunnya, banyak orang memilih Bali sebagai tempat untuk melanjutkan studi. Kuliah di Bali menjadi kesempatan berharga karena selain dapat menikmati keindahan alamnya, kamu juga bisa merasakan suasana baru sambil menuntut ilmu.
Namun, saat merantau ke tempat baru, kamu mungkin akan merasa asing karena adanya berbagai perbedaan, mulai dari suasana, budaya, hingga kebiasaan sehari-hari yang bisa terasa mengejutkan.
Oleh karena itu, penting untuk mempersiapkan mental dan menyesuaikan diri sejak awal agar proses perkuliahan di Bali dapat berjalan lebih lancar.
Berikut lima tips menghadapi culture shock alias gegar budaya saat kuliah di Bali yang perlu kamu ketahui. Yuk, simak penjelasan selengkapnya!
1. Pelajari Budaya dan Kebiasaan Lokal
Sebelum berangkat ke Bali, sebaiknya kamu meluangkan waktu untuk mencari informasi melalui internet atau mendengarkan pengalaman orang lain yang pernah berkunjung ke sana. Pahami dasar-dasar budaya Bali, seperti adat istiadat, kepercayaan, norma, serta aturan sosial yang berlaku di masyarakat.
Dengan begitu, kamu akan memiliki gambaran umum tentang kehidupan di Bali dan lebih siap untuk beradaptasi ke depannya.
2. Bersikap Terbuka
Di Bali, kamu akan menemukan perbedaan budaya dan kebiasaan masyarakat yang mungkin tidak sama dengan yang kamu miliki. Cobalah untuk tetap terbuka dan tidak menutup diri dalam menerima perbedaan.
Jangan merasa lebih superior dibandingkan orang lain, serta jangan menilai sesuatu hanya dari luarnya saja. Penting untuk tidak membentuk persepsi sepihak dengan menganggap budaya lain "aneh" atau "salah".
Simak Video "Video Momen Sri Mulyani Dengar Cerita Culture Shock Siswa Sekolah Rakyat"
(hsa/dpw)