Filla, Band Tunanetra Bali yang Tolak Dikasihani

Wibhi Leksono - detikBali
Sabtu, 28 Mar 2026 15:18 WIB
Para personel grup band Filla. (Foto: Dok. Istimewa)
Denpasar -

Di tengah ketatnya persaingan industri musik, band asal Bali, Filla, memilih melawan arus. Empat dari lima personelnya merupakan penyandang tunanetra, namun mereka menolak dipandang sebagai objek simpati dan ingin diakui murni lewat karya.

Filla hadir bukan sekadar membawa musik, tetapi juga pesan kuat bahwa keterbatasan tidak menghalangi seseorang untuk berkarya dan bersaing.

Band ini beranggotakan Surya alias Kasur Tata (vokal/gitar), serta Rudi alias Ben (keyboard), Rivan alias Gordon (bass), Mahesa alias Buls (gitar), dan Juliawan alias Kevin (drum). Empat nama terakhir merupakan penyandang tunanetra.

Filla terbentuk pada Mei 2024. Awalnya, proyek ini merupakan proyek solo Kasur sebelum berkembang menjadi band setelah ia bertemu para personel lain dalam unit kegiatan mahasiswa di salah satu kampus di Bali.

"Awalnya ini solo project saya, tapi karena saya lihat teman-teman tunanetra ini punya semangat dan potensi besar dalam musik, akhirnya saya ajak mereka gabung. Biar mereka juga punya arah dan tujuan, tidak sekadar main musik saja," ujar Kasur, Sabtu (28/3/2026).

Nama Filla diambil dari panggilan masa kecil Kasur. Ia juga menyebut nama tersebut dapat dimaknai dari Surah Al-Fil yang berarti "gajah", simbol kekuatan yang tenang namun kokoh.

Tantangan di Balik Panggung

Para personel grup band Filla. Foto: Dok. Istimewa

Di balik penampilan yang solid, Filla menghadapi tantangan yang tidak ringan, terutama dalam hal mobilitas.

"Yang paling terasa itu ya mobilitas. Saya harus antar jemput teman-teman kalau ada gigs, kadang juga keluar biaya tambahan untuk transportasi. Setelah manggung capek, tapi tetap harus pastikan mereka pulang," ungkap Kasur.

Jarak tempat tinggal para personel yang berjauhan turut menjadi kendala. Meski demikian, mereka tetap menjalani proses bermusik secara bertahap.

Dalam proses rekaman, Filla juga tidak selalu mendapatkan hasil sempurna dalam sekali pengambilan. Namun kondisi tersebut justru memperkuat kekompakan mereka.

"Kalau ada bagian yang susah, kita saling back up. Yang penting lagunya jadi dan pesannya sampai. Prosesnya menantang, tapi seru," ujarnya.

Lagu dari Pengalaman Nyata

Karya Filla banyak lahir dari pengalaman pribadi maupun cerita di sekitar mereka.

Single debut "Keidela" menjadi salah satu yang paling personal. Lagu ini awalnya ditulis sebagai lagu cinta, namun sempat tertunda hingga hubungan yang menginspirasinya berakhir.

"Seperti tidak direstui. Tapi setelah hubungan itu kandas, lagu ini malah selesai dengan lancar. Akhirnya 'Keidela' jadi semacam diary dari kejadian itu," ungkap Kasur.

Sementara lagu kedua mereka, "3", mengangkat tema penyesalan dan kesempatan.

"'3' itu tentang kesempatan. Biasanya orang hancur di kesempatan ketiga. Lagu ini tentang seseorang yang minta satu kesempatan lagi untuk memperbaiki semuanya," jelasnya.

Menurut Kasur, lagu tersebut menjadi salah satu yang paling emosional saat dibawakan secara langsung.

"Banyak yang ikut nyanyi dengan perasaan. Di situ kami ikut merasakan emosinya juga," tambahnya.

Ingin Diakui, Bukan Dikasihani

Filla menegaskan tidak ingin identitas sebagai band tunanetra menjadi alasan mereka mendapat perlakuan khusus.

"Yang ingin kami lakukan adalah membuktikan bahwa meski punya kekurangan, kami bisa bermusik dan memang pantas. Bukan karena dikasihani," tegasnya.

Ia mengakui, kesempatan tampil masih terbatas. Namun hal itu tidak membuat mereka berhenti.

"Sudut pandang orang itu tidak bisa kita atur. Jadi kami fokus saja membuktikan lewat karya," ujarnya.

Di sisi lain, keterbatasan visual justru memberi kelebihan tersendiri bagi para personel.

"Ada yang pitch perfect. Insting dan pendengaran jadi lebih kuat. Itu kelebihan yang mungkin tidak semua orang punya," kata Kasur.

Ke depan, Filla menargetkan dapat merilis album penuh.

"Targetnya semoga akhir tahun ini bisa punya album. Sekarang masih cari cara kumpulin dana untuk produksi," ungkap Kasur.

Selain itu, mereka juga tengah menyiapkan lagu baru bertema semangat berjudul "I'm a Fire", yang menghadirkan energi berbeda dari karya sebelumnya.

Bagi Filla, musik bukan sekadar hiburan, melainkan ruang untuk menyuarakan pengalaman hidup yang penuh tantangan.



Simak Video "Video: Mengintip Proses Pembuatan Rindik Bambu"

(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork