detikHealthSenin, 06 Sep 2021 14:42 WIB
Varian Mu Sudah Tersebar di 43 Negara, Termasuk AS dan Jepang
WHO sedang memantau ketat varian Mu atau B.1.621. Hingga kini, varian Mu telah menyebar ke 43 negara dan wilayah.
detikHealthSenin, 06 Sep 2021 14:42 WIB
WHO sedang memantau ketat varian Mu atau B.1.621. Hingga kini, varian Mu telah menyebar ke 43 negara dan wilayah.
detikHealthSenin, 06 Sep 2021 07:06 WIB
Varian Mu yang diduga lebih kebal terhadap vaksin memunculkan kekhawatiran akan gelombang baru Corona. Varian ini sudah menyebar di 40 negara, termasuk di Asia.
detikHealthMinggu, 05 Sep 2021 13:13 WIB
Varian Mu menyebar di 40 negara, Jepang dan Korea Selatan sudah melaporkan kasus pertama varian Mu. RI antisipasi gelombang ketiga Corona.
detikHotMinggu, 05 Sep 2021 07:22 WIB
Pekan ini diramaikan dengan sejumlah kabar. Dari kabar komika Coki Pardede terjerat narkoba hingga Saipul Jamil bebas dari penjara. Berikut rangkumannya.
detikHealthSabtu, 04 Sep 2021 16:43 WIB
Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman, melihat penyebaran sejumlah varian baru Corona ini karena ulah masyarakat sendiri. Kenapa?
detikHealthSabtu, 04 Sep 2021 16:36 WIB
Sejumlah varian baru Corona muncul, bikin epidemiolog khawatir karena masih banyak yang abai akan prokes. Dikhawatirkan menimbulkan gelombang pandemi ketiga.
detikHealthSabtu, 04 Sep 2021 13:04 WIB
Kemenkes mengungkapkan bahwa pemerintah masih fokus dengan penanganan varian Delta. Padahal di satu sisi muncul varian Corona baru yakni varian Mu.
detikHealthSabtu, 04 Sep 2021 13:01 WIB
Varian Mu disebut berbeda dengan varian Delta. Pemantauan masih harus dilakukan untuk mengetahui tingkat penularannya. Mu juga bisa lolos dari antibodi.
detikHealthSabtu, 04 Sep 2021 09:56 WIB
Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, mengungkapkan beda virus Corona varian Mu dan varian Delta. Mana yang lebih berbahaya?
detikHealthSabtu, 04 Sep 2021 08:52 WIB
Ciri-ciri varian Mu yang pertama kali diidentifikasi pada Januari 2021. Varian ini diklasifikasikan sebagai variant of interest (VoI) oleh WHO.