detikNewsMinggu, 31 Agu 2025 12:57 WIB
7 Penjarah Rumah Uya Kuya Diperiksa
"Ada tujuh (pelaku) dalam rangka lidik (penyelidikan)," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal saat dihubungi, Minggu (31/8/2025).
detikNewsMinggu, 31 Agu 2025 12:57 WIB
"Ada tujuh (pelaku) dalam rangka lidik (penyelidikan)," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal saat dihubungi, Minggu (31/8/2025).
detikSumbagselMinggu, 31 Agu 2025 10:31 WIB
Rumah Uya Kuya dijarah, polisi tangkap 7 pelaku. Uya mengaku ikhlas dan menyayangkan kucing peliharaannya juga jadi korban. Keluarga dalam kondisi aman.
detikJabarMinggu, 31 Agu 2025 09:30 WIB
Rumah politikus Uya Kuya dijarah, tujuh pelaku ditangkap. Uya mengaku ikhlas dan minta maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut.
detikKalimantanMinggu, 31 Agu 2025 09:00 WIB
Anggota DPR RI, Eko Patrio, Uya Kuya dan Nafa Urbach menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat Indonesia. Mereka meminta maaf sebagai wakil rakyat.
detikInetMinggu, 31 Agu 2025 08:49 WIB
Tak hanya rumah Sekretaris Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sharoni, yang dijarah oleh oleh massa. Kediaman Eko Patrio dan Uya Kuya juga digeruduk massa.
detikSumbagselMinggu, 31 Agu 2025 08:30 WIB
Eko Patrio, Uya Kuya, dan Nafa Urbach kompak minta maaf di media sosial. Mereka mengakui kesalahan dan berjanji lebih berhati-hati sebagai wakil rakyat.
detikNewsMinggu, 31 Agu 2025 07:09 WIB
20detik merangkum berita terpanas dalam sepekan. Mulai dari Uya Kuya mengklarifikasi aksi joget di sela Sidang Tahunan MPR hingga Taylor Swift yang bertunangan.
detikBaliMinggu, 31 Agu 2025 07:04 WIB
Uya Kuya mengaku ikhlas rumahnya menjadi sasaran penjarahan massa. Namun, anggota DPR RI itu sedih lantaran kucing-kucingnya turut diambil.
detikNewsMinggu, 31 Agu 2025 06:59 WIB
Rumah politikus PAN, Surya Utama alias Uya Kuya, menjadi sasaran penjarahan. Polisi menangkap 7 orang pelaku.
detikPopMinggu, 31 Agu 2025 05:00 WIB
Anggota DPR RI, termasuk Eko Patrio, Uya Kuya, dan Nafa Urbach, meminta maaf kepada publik atas tindakan mereka yang menimbulkan kontroversi.