detikTravelKamis, 17 Feb 2022 21:51 WIB
Simak Aturan Terbaru Karantina Bagi PPLN
Pemerintah telah memperbaharui kebijakan kedatangan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang masuk ke Indonesia. Berikut poin-poinnya!
detikTravelKamis, 17 Feb 2022 21:51 WIB
Pemerintah telah memperbaharui kebijakan kedatangan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang masuk ke Indonesia. Berikut poin-poinnya!
detikNewsSelasa, 15 Feb 2022 19:00 WIB
Satgas COVID-19 menyebut aturan pemangkasan karantina PPLN dari semula 5 hari menjadi 3 hari itu diberlakukan untuk orang yang sudah divaksin booster.
detikHealthSelasa, 15 Feb 2022 12:47 WIB
Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) yang tidak puas dengan hasil tes COVID-19 saat menjalani karantina dapat melakukan tes mandiri sebagai pembanding.
detikTravelSenin, 14 Feb 2022 17:00 WIB
Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan rencana pemangkasan waktu karantina pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) menjadi 3 hari. Rencananya berlaku awal Maret 2022.
detikTravelSenin, 14 Feb 2022 16:45 WIB
Pemerintah mengurangi durasi hari karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri di Indonesia menjadi tiga hari. Namun ada persyaratan bagi kebijakan tersebut.
detikNewsRabu, 09 Feb 2022 15:27 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan kesiapan penerapan travel bubble bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) harus sesuai SOP yang berlaku.
detikTravelMinggu, 06 Feb 2022 17:10 WIB
Dalam menyambut Pelaku Perjalanan Luar Negeri melalui penerbangan langsung ke Bali, Kemenparekraf akan meningkatkan kualitas warm up vacation. Apa itu?
detikNewsSabtu, 05 Feb 2022 10:19 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengaku makin banyak menerima laporan terkait mafia karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).
detikHealthJumat, 04 Feb 2022 19:18 WIB
Satgas COVID-19 mengingatkan PPLN wajib menjalankan karantina saat tiba di RI. Pihaknya menegaskan akan menindak tegas pelaku kecurangan terkait prosedur itu.
detikNewsJumat, 04 Feb 2022 17:41 WIB
Pemerintah resmi membuka pintu masuk asing lewat penerbangan internasional. Luhut ungkap alasannya.