
Internet Indonesia Masih Paling Lambat di ASEAN, Ini Ranking Terbarunya
Kecepatan internet RI masih lambat berada peringkat 86 untuk mobile dan 118 untuk fixed broadband di dunia. Meski ada peningkatan tapi belum cukup bersaing.
Kecepatan internet RI masih lambat berada peringkat 86 untuk mobile dan 118 untuk fixed broadband di dunia. Meski ada peningkatan tapi belum cukup bersaing.
Komdigi ungkap 24 wilayah RI hadapi pasar jenuh akibat infrastruktur internet tumpang tindih. Diperlukan penataan untuk efisiensi dan kualitas layanan.
APJII ungkap ISP dalam negeri berinvestasi tidak merata, sebabkan kecepatan internet tetap tertinggal. Sedangkan, Pemerintah targetkan internet tetap 100 Mbps.
Pemerintah melalui Komdigi berencana tingkatkan kecepatan internet fixed broadband hingga 100 Mbps. Saat ini, Indonesia masih tertinggal di Asia Tenggara.
Kementerian Komdigi akan meningingkatkan kecepatan internet tetap hingga 100 Mbps. Mastel mendukung, namun perlu perhatian pada daya beli masyarakat.
Kementerian Komdigi alokasikan frekuensi 1,4 GHz untuk layanan BWA, targetkan internet cepat hingga 100 Mbps dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
Kementerian Komdigi berkomitmen tingkatkan kecepatan internet tetap hingga 100 Mbps di Indonesia. Fokus pada akses terjangkau untuk masyarakat dan sekolah.
Kementerian Komdigi berencana tingkatkan kecepatan internet fixed broadband hingga 100 Mbps dengan harga terjangkau dengan mengandalkan pita frekuensi 1,4 GHz.
Mastel menekankan pentingnya regulasi tegas Komdigi untuk frekuensi 1,4 GHz, agar mendukung layanan broadband dan mencegah persaingan tidak sehat.
Kementerian Komdigi berjanji meningkatkan kecepatan internet hingga 100 Mbps dengan harga terjangkau Rp 100 ribuan dalam waktu dekat ini.