Tren Posting Aib dan Privasi Demi Uang
Membagikan kegiatan sehari-hari di media sosial terasa tak terhindarkan bagi mereka yang berprofesi sebagai content creator. Dan uang adalah motif terbesarnya.
Membagikan kegiatan sehari-hari di media sosial terasa tak terhindarkan bagi mereka yang berprofesi sebagai content creator. Dan uang adalah motif terbesarnya.
Media sosial itu tempat yang random banget deh. Kalau kamu pikir dengan umbar aib atau hal-hal privasi bikin orang bersimpati sama kamu, coba pikir-pikir lagi.
Pandemi menyebabkan kita nggak bisa sering-sering ketemu orang lain. Hal ini bikin kita pengen melampiaskannya ke handphone, apalagi ke media sosial.
Saking serunya ngonten di media sosial, kadang sampai nggak sadar kalau kita sedang melakukan oversharing. Apa sih oversharing? Coba deh detikers tebak.
Membagikan kehidupan sehari-hari di medsos adalah tuntutan pekerjaan bagi sebagian orang, terutama para content creator. Motivasinya tidak jauh dari materi.
Aib kok dipamerin di sosial media ?!?! Ya memang begitu dan keadaannya, dan apakah kamu tahu kalau pamer-pamer aib itu punya bahaya tersendiri.
Pandemi turut menyebabkan banyak orang melampiaskan rasa bosan dan cemasnya ke media sosial. Bahkan seseorang bisa sampai memposting aibnya sendiri loh.
Medsos kini menjadi hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan banyak orang. Mengunggah kegiatan sehari-hari ke medsos menjadi kegiatan yang lumrah dilakukan.
detikInetMinggu, 13 Jun 2021 14:02 WIB
Kasus Gofar Hilman adalah contoh makin banyak orang berbagi kehidupan seksual mereka di media sosial. Menurut psikolog, ada baiknya hal ini dipikir ulang.
detikNewsMinggu, 13 Jun 2021 10:40 WIB
Kepleset lidah mungkin bisa kita maklumi karena lidah tak bertulang. Tapi kalau kepleset jari? Apakah jari tidak bertulang?