detikNewsRabu, 18 Des 2019 13:04 WIB
Momen Wiranto Mundur dari Wanbin Hanura
Wiranto menyatakan mundur dari jabatan Ketua Dewan Pembina Partai Hanura. Alasannya karena dia menduduki posisi sebagai Ketua Wantimpres.
detikNewsRabu, 18 Des 2019 13:04 WIB
Wiranto menyatakan mundur dari jabatan Ketua Dewan Pembina Partai Hanura. Alasannya karena dia menduduki posisi sebagai Ketua Wantimpres.
detikNewsRabu, 18 Des 2019 12:46 WIB
Wiranto menyatakan mundur dari jabatan Ketua Wanbin Hanura. Alasannya karena dia menduduki posisi sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
detikNewsRabu, 18 Des 2019 11:35 WIB
"Mengiba atau memohon kepada Bang OSO untuk mengundurkan diri sebagai Ketum Hanura adalah sikap yang mencoreng lembaga Wantimpres," kata Inas.
detikNewsRabu, 18 Des 2019 07:17 WIB
Oesman Sapta Odang baru saja ditetapkan menjadi Ketua Umum Partai Hanura, tadi malam. Kini Wiranto mendesak OSO mundur dari kursi Ketum Hanura.
detikNewsRabu, 18 Des 2019 00:01 WIB
"Barusan atas permintaan 34 DPD dan DPC Pak OSO terpilih kembali secara aklamasi. Sudah ditetapkan, sudah menjadi (OSO) ketua umum lagi."
detikNewsSelasa, 17 Des 2019 22:24 WIB
"Sekarang kita sudah tidak ada dewan pembina dalam struktur organisasi, jadi kita berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga aja," ujar OSO.
detikNewsSelasa, 17 Des 2019 22:02 WIB
"Partai diterjang badai politik. Badai dibangun oleh orang yang dibesarkan Hanura. Pengkhianat partai itu gagal, mereka pindah partai lain," kata OSO.
detikNewsSelasa, 17 Des 2019 21:30 WIB
Partai Hanura gelar Musyawarah Nasional ke-III di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (17/12). Munas ini dibuka oleh Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO)
detikNewsSelasa, 17 Des 2019 20:05 WIB
Eks Menko Polhukam Wiranto kembali masuk ke lingkaran Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ironisnya, posisi itu membuatnya malah ditendang partai sendiri.
detikNewsSelasa, 17 Des 2019 10:48 WIB
"Ketika Wiranto dikasih shock therapy dengan memaksa dia untuk mundur dari Ketua Dewan Pembina partai Hanura, maka egonya pun meledak," kata Inas Nasrullah.