detikNewsSenin, 22 Sep 2025 17:23 WIB
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, mengumumkan sikap UK yang mengakui negara Palestina, pada Minggu (21/09) sore waktu setempat.
detikNewsSenin, 22 Sep 2025 17:23 WIB
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, mengumumkan sikap UK yang mengakui negara Palestina, pada Minggu (21/09) sore waktu setempat.
detikNewsSabtu, 20 Sep 2025 18:54 WIB
Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa mengatakan bahwa negosiasi dengan Israel hampir mencapai kesepakatan yang dapat segera ditandatangani.
detikNewsJumat, 19 Sep 2025 17:48 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa pengakuan untuk negara Palestina akan menjadi cara terbaik untuk mengisolasi kelompok Hamas.
detikNewsKamis, 18 Sep 2025 18:18 WIB
Inggris akan mengakui negara Palestina setelah Trump mengakhiri kunjungannya. Penyelidik PBB mengharapkan para pemimpin Israel diadili atas genosida di Gaza.
detikNewsRabu, 17 Sep 2025 18:06 WIB
Netanyahu menyebut serangan terhadap Hamas di Qatar "dibenarkan". Trump mengatakan AS telah "mengeliminasi" total tiga kapal narkoba dari Venezuela.
detikNewsSelasa, 16 Sep 2025 17:38 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu menolak untuk mengesampingkan kemungkinan serangan lebih lanjut terhadap para pemimpin Hamas yang ada di luar negeri.
detikNewsSenin, 15 Sep 2025 17:02 WIB
Presiden AS Donald Trump memperingatkan Israel usai melancarkan serangan ke Qatar pekan lalu. Trump mengatakan Qatar selama ini telah menjadi sekutu yang hebat.
detikNewsSabtu, 13 Sep 2025 18:54 WIB
Majelis Umum PBB kompak mendukung resolusi yang mendukung solusi dua negara antara Israel dan Palestina, tanpa melibatkan Hamas. Israel menolak resolusi itu.
detikNewsJumat, 12 Sep 2025 17:14 WIB
Rayjyalaxmi Chitrakar, istri mantan PM Nepal Jhalanath Khanal, yang sempat dikabarkan tewas usai rumahnya dibakar para demonstran, ternyata masih hidup.
detikNewsKamis, 11 Sep 2025 17:02 WIB
Pemerintah Qatar memberikan balasan menohok atas tuduhan PM Israel Benjamin Netanyahu bahwa Qatar melindungi dan membiayai para pejabat kelompok Hamas.