Air Terjun Sitapigagan punya pesona alam indah yang berada di antara tebing batu kokoh. Namun, air terjun ini punya pantangan mistis untuk wisatawan yang berkunjung.
Tim detikSumut berkesempatan untuk mendatangi Air Terjun Sitapigagan yang terletak di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Sianjur Mulamula, Samosir. Jaraknya sekitar 45 menit dari Pangururan menggunakan sepeda motor.
Air Terjun Sitapigagan menjulang tinggi sekitar belasan meter yang mencurahkan jutaan liter air menuju lembah. Suara air yang menghantam bebatuan turut menciptakan dentuman alami yang menggema di sekitar air terjun.
Percikan air yang jatuh turut membelai wajah dari jarak dekat, seakan mengembalikan kembali kesegaran usai perjalanan hampir satu jam mengelilingi perbukitan tepian Danau Toba.
Nah, di balik pesona keindahan alamnya, ternyata Air Terjun Sitapigagan juga menyimpan pantangan berbau mistis bagi pengunjung. Percaya tak percaya, pengunjung diminta untuk mematuhi agar tidak terjadi hal yang diinginkan.
Pantangan ini dapat dibaca begitu tiba di gerbang masuk air terjun. Ada beberapa pantangan yang sebaiknya dipatuhi, di antaranya dilarang menggunakan baju merah, harap melapor bagi yang baru makan daging anjing/babi, maupun bagi wanita yang sedang menstruasi diharapkan melapor.
"Pantangan itu karena dianggap sakral ole masyarakat setempat. Banyak kejadian yang tetap pakai baju merah ke air terjun, kayak sakit atau kayak lihat 'sesuatu' di sekitar air terjun," ujar seorang penjaga air terjun.
Air Terjun Sitapigagan ini mulai banyak didatangi wisatawan lantaran viral di media sosial. Lonjakan wisatawan mulai ramai sejak awal tahun 2026 ini.
detikers yang berkunjung cukup membayar tiket masuk Rp 5000 per orang dan parkir Rp 2000 per sepeda motor.
Selain Air Terjun Sitapigagan, detikers dapat mengeksplor wisata di Desa Bonan Dolok yang memiliki pemandangan alam indah di tiap sudut desa.
Simak Video "Menikmati Asiknya Bermain Surfing di Ombak Tinggi Aceh "
(ksr/afb)