Ratusan wisatawan kini dalam kondisi terisolasi di Lachen, Sikkim Utara, India, setelah bencana tanah longsor memutus akses jalan utama yang menghubungkan wilayah tersebut dengan Chungthang. Cuaca buruk yang terus menyelimuti kawasan pegunungan ini memperparah keadaan dan menghentikan seluruh pergerakan transportasi.
Kerusakan parah dilaporkan terjadi pada jalur utama serta area di sekitar jembatan Tarum Chu. Berdasarkan estimasi terkini, terdapat sekitar 800 hingga 1.500 wisatawan yang terdampak oleh terputusnya jalur logistik dan transportasi ini.
Kondisi Wisatawan di lokasi para pelancong yang awalnya berniat menikmati keindahan alam kini terpaksa bertahan di penginapan yang dialihfungsikan menjadi tempat penampungan sementara. Ketidakpastian jadwal evakuasi menjadi kecemasan utama di tengah suhu yang terus merosot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang turis mengungkapkan keluhannya kepada media lokal terkait situasi ini."Kami datang ke sini untuk menikmati salju dan pemandangan, tetapi sekarang kami hanya menunggu," ujar turis tersebut sebagaimana dikutip detikTravel dari Mathrubhumi, Selasa (7/4/2026).
Wisatawan lain juga menggambarkan betapa sulitnya akses komunikasi dan transportasi saat ini. "Saat ini tidak ada jalan masuk atau keluar," katanya.
Meskipun dalam kondisi sulit, beberapa wisatawan mencoba tetap tenang sembari menunggu bantuan tiba. "Kami aman, tetapi kami tidak tahu kapan kami bisa pergi," ungkap salah satu pengunjung.
Upaya Evakuasi dan Jalur Alternatif Otoritas setempat tidak tinggal diam. Tim gabungan yang terdiri dari Angkatan Darat, Kepolisian Perbatasan Indo-Tibet (ITBP), dan Organisasi Jalan Perbatasan (BRO) telah dikerahkan ke lokasi untuk memulihkan akses jalan.
Pemerintah setempat menyatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan warga dan turis. "Evakuasi diperkirakan akan dilakukan setelah cuaca membaik," tegas seorang pejabat pemerintah.
Rencana evakuasi darurat direncanakan melalui jalur Dongkya La Pass yang berada di ketinggian ekstrem, yakni sekitar 5.181 meter di atas permukaan laut. Namun, jalur ini belum dapat dilalui karena tumpukan salju tebal yang masih dalam proses pembersihan.
Dukungan logistik lokal sambil menunggu jalur dibuka, para wisatawan kini sangat bergantung pada bantuan dari warga lokal, pengelola hotel, dan pemandu wisata untuk memenuhi kebutuhan dasar.
"Ini bukan yang kami rencanakan, tetapi orang-orang di sini membantu," pungkas seorang wisatawan mengapresiasi solidaritas warga lokal.
Sikkim Utara memang tersohor dengan lanskap pegunungannya yang memukau, namun wilayah ini juga dikenal sangat rentan terhadap gangguan cuaca ekstrem dan tanah longsor yang dapat merusak infrastruktur secara mendadak. Hingga berita ini diturunkan, operasi pemulihan masih terus disiagakan dengan penuh kewaspadaan.
(afb/afb)











































