Gedung Warenhuis Medan, Spot Foto Aesthetic Bernuansa Belanda

Gedung Warenhuis Medan, Spot Foto Aesthetic Bernuansa Belanda

Olivia Andrea - detikSumut
Selasa, 31 Mar 2026 08:30 WIB
Gedung Warenhuis di Medan, supermarket pertama di Kota Medan. (Nizar Aldi/detikSumut)
Foto: Gedung Warenhuis di Medan, supermarket pertama di Kota Medan. (Nizar Aldi/detikSumut)
Medan -

Gedung Warenhuis yang berada di persimpangan Jalan Ahmad Yani VII dan Jalan Hindu di kawasan Kesawan, Medan Barat, kini semakin populer sebagai salah satu destinasi favorit bagi masyarakat yang hobi berburu foto aesthetic.

Setelah rampung direnovasi pada tahun 2025, bangunan bersejarah peninggalan masa kolonial Belanda ini menghadirkan nuansa klasik bergaya Eropa yang khas sekaligus tampak lebih modern. Hal tersebut menjadikannya sering dimanfaatkan sebagai latar foto menarik oleh para pengunjung maupun kreator konten media sosial.

"Gedung yang dibangun pada tahun 1919 ini dulunya merupakan pusat perbelanjaan modern pertama di Kota Medan pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Pada masa itu, Warenhuis dikenal sebagai toko serba ada yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pakaian, perlengkapan rumah tangga, hingga barang-barang impor dari Eropa. Kehadiran gedung ini menjadi simbol kemajuan perdagangan sekaligus perubahan gaya hidup masyarakat Medan pada awal abad ke-20," ujar dosen antropologi Unimed, Dr. Erond L Manik, Senin (30/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Erond menjelaskan, dari segi arsitektur, Gedung Warenhuis memiliki karakter bangunan kolonial dengan sentuhan gaya Eropa klasik. Tampilan fasad yang kokoh, jendela berukuran besar, serta ornamen dekoratif pada bagian dinding membuat bangunan ini terlihat artistik dan elegan. Warna khas bangunan serta tekstur dinding yang tampak tua juga memberikan kesan vintage yang kuat, sehingga banyak pengunjung menjadikannya sebagai latar foto bernuansa klasik maupun retro.

"Tidak mengherankan jika saat ini gedung Warenhuis kerap menjadi lokasi favorit untuk berbagai kegiatan fotografi, mulai dari foto pribadi, prewedding, hingga pembuatan konten media sosial. Banyak sudut di sekitar bangunan yang dinilai sangat fotogenik dan mampu menghadirkan suasana seolah berada di kawasan kota tua di Eropa," katanya.

ADVERTISEMENT

Salah seorang pengunjung, Viana, mengaku sengaja datang ke gedung Warenhuis untuk berfoto bersama teman-temannya karena tertarik dengan suasana yang ditawarkan.

"Bangunannya unik dan berbeda dibandingkan gedung-gedung modern di sekitar sini. Kalau berfoto di sini rasanya seperti sedang berada di luar negeri karena suasananya sangat klasik," ujar Viana.

Menurutnya, hampir setiap bagian gedung memiliki spot menarik yang cocok dijadikan latar foto. Terlebih saat sore hari, cahaya matahari yang menyinari dinding bangunan menciptakan bayangan yang membuat hasil foto terlihat lebih dramatis dan estetik.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh fotografer, Andi, yang sering menjadikan kawasan Gedung Warenhuis sebagai lokasi pemotretan.

"Gedung ini memiliki karakter visual yang sangat kuat. Tekstur dinding tua, bentuk jendela, serta arsitektur kolonialnya sangat mendukung konsep foto bergaya vintage, retro, bahkan fashion editorial," katanya.

Hingga kini, gedung Warenhuis juga sering dimanfaatkan sebagai tempat penyelenggaraan berbagai kegiatan seni dan budaya, seperti pameran, pertunjukan seni, hingga acara komunitas. Hal tersebut menjadikan kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai bangunan bersejarah, tetapi juga sebagai ruang kreatif bagi masyarakat.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads