Thomas Tuchel Sudah Sia-siakan Generasi Emas Inggris

Sepakbola Internasional

Thomas Tuchel Sudah Sia-siakan Generasi Emas Inggris

Lucas Aditya - detikSumut
Minggu, 19 Jul 2026 05:35 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - England Press Conference - Atlanta Stadium, Atlanta, Georgia, U.S. - June 30, 2026 England manager Thomas Tuchel during the press conference REUTERS/Siphiwe Sibeko
Foto: REUTERS/Siphiwe Sibeko
Jakarta -

Thomas Tuchel mendapat kritik tajam setelah Inggris kalah 1-2 pada semi final Piala Dunia 2026. Juru taktik asal Jerman itu dianggap sudah menyia-nyiakan generasi emas The Three Lions.

Pada laga itu Inggris sempat unggul 1-0 hingga menit 85. Argentina berhasil comeback dengan mencetak dua gol di akhir laga.

Anthony Gordon membawa Inggris unggul lebih dulu pada menit ke-55. Namun, Inggris malah memilih bermain lebih bertahan pada sisa pertandingan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibatnya, Inggris dibobol Argentina dua kali. Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez sukses mencatatkan gol untuk Albiceleste meneruskan assist-assist Lionel Messi.

ADVERTISEMENT

Keputusan Tuchel memerintahkan Inggris bermain lebih bertahan mendapat kritik banyak pihak. Eks bek Inggris, Gary Neville, adalah salah satunya.

Bahkan, Neville kembali mempertanyakan keputusan Tuchel meninggalkan beberapa pemain Inggris seperti Cole Palmer. Tuchel bahkan tak memainkan Kobbie Mainoo dalam tujuh pertandingan Inggris.

"Saya punya masalah besar dengan hal itu. Dia tidak memasukkan Kobbie Mainoo, yang bisa menguasai bola lebih baik daripada kebanyakan pemain. Dia tidak memasukkan Bukayo Saka, yang mungkin bisa menguasai bola lebih baik daripada kebanyakan pemain. Namun, dia juga meninggalkan Phil Foden, Cole Palmer, Adam Wharton, Morgan Gibbs-White, dan Trent Alexander-Arnold di rumah-pemain-pemain teknis. Dia telah mencoret apa yang bisa menjadi bakat-bakat generasi emas," kata Neville di Stick to Football Podcast.

"Saya benar-benar berpikir bahwa dia akan menengok ke belakang dan berpikir: 'Apakah saya mengirimkan pesan yang tepat kepada para pemain setelah gol itu tercipta?'. Memasukkan tiga pemain bertahan sebelum dia memasukkan seorang penyerang."

"Saya mengatakan ini dengan cara yang biasa saja, dia [Tuchel] akan menyesali hal itu. Dia memberikan pesan kepada para pemain untuk bertahan erat-erat, dan mereka bermain semakin dalam di kotak penalti, dan dia tidak benar-benar membantu mereka keluar dari tekanan dengan pergantian pemain yang dia lakukan," tambah Neville.

Inggris masih akan menjalani satu laga lagi di Piala Dunia 2026. Dalam pertandingan di Stadion Miami, Minggu (19/7/2026) dini hari WIB, Inggris menjalani perebutan tempat ketiga melawan Prancis.



(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads