Vinicius Minta Maaf usai Brasil Gagal di Piala Dunia

Sepakbola

Vinicius Minta Maaf usai Brasil Gagal di Piala Dunia

Novitasari Dewi Salusi - detikSumut
Sabtu, 11 Jul 2026 20:29 WIB
05 July 2026, United States, East Rutherford: Soccer, Men: World Cup, Brazil vs. Norway, Knockout Stage, Round of 16, New York-New Jersey Stadium, Vinicius Junior (Brazil) reacts during the game. PLEASE NOTE: In accordance with FIFA regulations, these images may be used exclusively for editorial purposes. Commercial use is prohibited. Furthermore, no video-like sequences may be created, and no alterations may be made to the image, either in the foreground or the background. Photo: Tom Weller/dpa (Photo by Tom Weller/picture alliance via Getty Images)
Vinicius Jr (Foto: Tom Weller/picture alliance via Getty Images)
Jakarta -

Vinicius Junior mengungkapkan kekecewaannya setelah langkah Timnas Brasil terhenti di Piala Dunia 2026. Penyerang Real Madrid itu mengaku frustrasi atas kegagalan Selecao dan menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung Brasil.

Perjalanan Brasil di Piala Dunia 2026 berakhir pada babak 16 besar usai takluk 1-2 dari Norwegia. Hasil tersebut menjadi pencapaian terburuk Brasil di ajang Piala Dunia dalam 36 tahun.

Untuk pertama kalinya sejak edisi 1990, tim berjuluk Selecao itu gagal menembus babak perempat final. Brasil juga masih harus memperpanjang penantian untuk kembali menjadi juara dunia setelah terakhir mengangkat trofi pada 2002. Sejak saat itu, capaian terbaik mereka hanya finis di peringkat keempat pada Piala Dunia 2014.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hampir sempat tahun kemudian, saya mendapati diri saya berpikir soal apa yang harus ditulis lagi setelah kekecewaan di Piala Dunia," tulis Vinicius di akun media sosialnya, seperti dikutip detikSport dari ESPN.

"Saya sudah melihat begitu banyak orang dari segala usia mendukung saya dan merangkul mimpi kami, dan tidak adil kalau tetap diam. Tapi saya butuh beberapa hari untuk merenung."

ADVERTISEMENT

"Memakai seragam tim nasional adalah kebanggaan terbesar dalam hidup saya dan tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia adalah perasaan yang sangat sulit untuk dijelaskan."

"Saya tahu seberapa keras saya bersiap, seberapa fokus, dan seberapa besar saya menginginkan ini untuk kalian semua dan keluarga saya."

"Rasa frustrasinya besar banget. Kami punya skuad yang cukup kuat untuk melaju lebih jauh, dan kami gagal. Saya minta maaf dan saya akan berjuang untuk mimpi kita mencapai puncak dunia lagi."



(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads