Gagal Menang Lawan Maroko, Vinicius Salahkan Cuaca dan Rumput

Sepakbola Internasional

Gagal Menang Lawan Maroko, Vinicius Salahkan Cuaca dan Rumput

Tim detikSport - detikSumut
Senin, 15 Jun 2026 03:00 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Group C - Brazil v Morocco - New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, U.S. - June 13, 2026 Brazils Vinicius Junior celebrates scoring their first goal IMAGN IMAGES via Reuters/Vincent Carchietta
Vinicius Junior (Foto: IMAGN IMAGES via Reuters/VINCENT CARCHIETTA)
Medan -

Timnas Brasil gagal meraih kemenangan pada laga pembuka mereka di Piala Dunia 2026 setelah ditahan imbang Maroko. Usai pertandingan, Vinicius Junior menyoroti kondisi cuaca dan kualitas lapangan yang dinilainya memengaruhi jalannya permainan.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion New York, Amerika Serikat, Minggu (14/6), Brasil harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1 dengan Maroko. Tim asal Afrika itu lebih dulu memimpin melalui gol Ismael Saibari pada menit ke-21 sebelum Vinicius menyamakan kedudukan pada menit ke-32.

Setelah skor kembali imbang, Brasil terus berusaha mencari gol kemenangan. Namun berbagai peluang yang diciptakan gagal berbuah hasil hingga peluit panjang dibunyikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Vinicius tampil penuh sepanjang pertandingan. Penyerang sayap Real Madrid tersebut mencatatkan satu tembakan dan dua umpan kunci, tetapi kesulitan menembus pertahanan lawan setelah gagal melewati pemain Maroko dalam delapan percobaan menggiring bola.

Seusai laga, Vinicius menilai suhu udara yang tinggi membuat kondisi rumput lapangan cepat mengering sehingga mengganggu ritme permainan Brasil.

ADVERTISEMENT

"Karena panas, rumput akhirnya mengering sangat cepat dan permainan menjadi sangat terhambat. Kami tidak bisa mendapatkan ritme permainan dan itu menyulitkan kami karena kami ingin bermain dan menggerakkan bola dari satu sisi ke sisi lain," kata Vinicius, dilansir detikSport dari ESPN.

Meski mengeluhkan kondisi tersebut, pemain berusia 25 tahun itu menegaskan Brasil harus mampu beradaptasi karena seluruh peserta turnamen menghadapi tantangan yang sama.

"Kami harus beradaptasi karena begitulah seluruh kompetisi akan berlangsung. Semua orang akan memiliki lapangan yang sama untuk bermain," ujarnya.

Piala Dunia 2026 memang digelar saat musim panas di Amerika Serikat. Di beberapa kota tuan rumah, suhu udara bahkan dapat mencapai 38 hingga 40 derajat Celsius, sehingga menjadi tantangan tambahan bagi para pemain selama turnamen berlangsung.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads