Kapten Arsenal, Declan Rice, menegaskan tidak ada pihak yang menyalahkan Eberechi Eze maupun Gabriel Magalhaes atas kegagalan timnya meraih gelar Liga Champions. Menurutnya, kegagalan dalam adu penalti bisa dialami siapa saja.
Arsenal harus mengakui keunggulan Paris Saint-Germain (PSG) dengan skor 4-5 dalam adu penalti pada final Liga Champions di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026). Pertandingan berlanjut hingga babak tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit.
The Gunners membuka keunggulan lebih dulu melalui gol Kai Havertz saat laga baru berjalan lima menit. Namun PSG mampu menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti Ousmane Dembele pada menit ke-64.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam babak adu penalti, PSG hanya memiliki satu penendang yang gagal, yakni Nuno Mendes. Sementara itu, Arsenal kehilangan dua kesempatan setelah Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes tidak berhasil menuntaskan tugas mereka dari titik putih.
Kekalahan di partai puncak melalui adu penalti tentu menjadi pukulan berat bagi skuad Arsenal, terutama bagi Eze dan Gabriel yang gagal mencetak gol pada momen krusial tersebut.
Rice mengungkapkan bahwa kedua rekannya itu sangat terpukul setelah pertandingan. Karena itu, para pemain Arsenal berusaha memberikan dukungan agar mereka tidak terus dibayangi rasa bersalah.
Gelandang timnas Inggris tersebut juga menegaskan bahwa kegagalan meraih trofi tidak bisa dibebankan kepada Eze dan Gabriel semata. Menurutnya, kegagalan penalti merupakan bagian dari sepak bola dan bisa menimpa pemain mana pun, termasuk di laga sebesar final Liga Champions. Rice juga menyoroti besarnya kontribusi kedua pemain tersebut dalam keberhasilan Arsenal menjuarai Liga Inggris musim ini.
"Mereka sangat terpukul. Gagal mengeksekusi penalti di final Liga Champions bukanlah hal yang menyenangkan, tetapi kami menyayangi mereka, kami mendukung mereka, dan hal itu memang terjadi dalam sepak bola," ujar Rice dikutip dari situs UEFA.
"Mereka bukan pemain terakhir yang gagal mengeksekusi penalti di final. Semua orang pernah gagal mengeksekusi penalti, dan tanpa kedua pemain itu musim ini, kami tidak akan memenangkan Liga Premier - itu sudah pasti," jelasnya.
(nkm/nkm)











































