Musim ini Liverpool benar-benar kacau karena dipastikan nihil gelar. Kekacauan ini diyakini karena pembelian Alexander Isak sebesar 130 juta poundsterling di akhir bursa transfer musim panas lalu.
Kepastian nirgelar didapat setelah Liverpool harus takluk 0-2 saat menjamu PSG di Anfield pada babak 8 besar Liga Champions. The Reds harus tersingkir dengan agregat 0-4.
Pada awal musim, Liverpool sebenarnya melakukan belanja besar-besaran. Nama-nama seperti Hugo Ekitike dan Florian Wirtz didatangkan, hingga akhirnya Isak menyusul di pengujung bursa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses transfer Isak memakan waktu paling lama. Ia baru didatangkan dari Newcastle United pada detik-detik terakhir bursa transfer dengan nilai tebusan mencapai 130 juta poundsterling. Nilai tersebut memecahkan rekor transfer di Liga Inggris.
Datang dengan ekspektasi tinggi dan harga selangit, Isak justru gagal tampil maksimal. Pemain asal Swedia tersebut justru lebih banyak berkutat dengan cedera.
Masalah patah tulang fibula memaksa Isak absen dalam waktu yang lama. Pemain berusia 26 tahun itu tercatat baru tampil sebanyak 19 kali untuk Liverpool di semua kompetisi dengan sumbangan tiga gol saja.
Jurnalis ESPN, Julien Laurens, menilai perekrutan Isak adalah langkah yang keliru. Menurutnya, Liverpool lebih membutuhkan bek tengah baru daripada penyerang tambahan.
"Perekrutan Alexander Isak yang terlambat mengacaukan segalanya bagi saya. Anda bisa saja mempertahankan Hugo Ekitike dan tidak menghabiskan 130 juta poundsterling untuk Isak, tetap mempertahankan Florian Wirtz, dan mungkin uang tersebut bisa dialokasikan untuk posisi lain," kata Laurens sebagaimana dikutip dari BBC.
"Bek tengah tambahan? Bagaimana mungkin Marc Guehi tidak berakhir di sini? Ini sungguh konyol," pungkasnya.
(astj/astj)











































