PSMS Medan gagal mengamankan poin saat bertandang ke Stadion Pakansari, Cibinong. Meski unggul dalam jumlah personel sejak akhir babak pertama, tim berjuluk Ayam Kinantan ini dipaksa menyerah dengan skor tipis 0-1 oleh Garudayaksa melalui gol tunggal Everton di menit ke-7.
Setelah tertinggal cepat di awal laga, PSMS sebenarnya mendapatkan momentum besar ketika pemain Garudayaksa, Aditia Hermawan, diganjar kartu merah. Namun, kendali permainan dan keunggulan jumlah pemain tersebut tidak mampu dimanfaatkan menjadi gol.
Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, mengungkapkan kegusarannya atas performa lini depan yang kurang klinis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami kecewa dengan hasil ini karena tadi banyak peluang dan tidak bisa bikin gol. Kita bermain dengan keunggulan pemain, tapi tidak maksimal. Secara pribadi saya sangat kecewa," ujarnya, usai pertandingan.
Eko menyayangkan kegagalan timnya mendikte laga sepenuhnya. Ia mengakui bahwa strategi bertahan total yang diterapkan lawan setelah kehilangan pemain menjadi kendala utama bagi anak asuhnya.
"Harusnya kita bisa menguasai pertandingan. Tapi hasil berkata lain. Lawan bisa mencetak gol dan inilah sepak bola. Ini jadi bahan evaluasi kami," tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan perubahan taktik lawan yang menyulitkan penetrasi PSMS.
"Selepas mereka sembilan pemain, mereka bermain sangat dalam dengan lima pemain belakang dan mengandalkan counter attack. Kita kesulitan menembus, padahal ada peluang," jelasnya.
Meski terpukul dengan hasil ini, PSMS tidak punya waktu lama untuk meratap. Eko menargetkan poin maksimal di sisa musim demi mengamankan posisi di Championship.
"Kita harus sapu bersih tiga laga sisa, dua di kandang dan satu tandang," tegasnya.
Pemain bertahan PSMS, Jodi Kurniady, menyampaikan permohonan maaf dan komitmen untuk memperbaiki diri pada pertandingan selanjutnya.
"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memenangkan pertandingan, tapi hasilnya belum sesuai harapan. Kami akan berbenah lagi ke depan," katanya.
Kekalahan ini menjadi catatan merah bagi PSMS yang kembali gagal mengonversi situasi surplus pemain menjadi kemenangan. Tim pelatih kini dihadapkan pada tugas berat untuk melakukan evaluasi total sebelum melakoni dua laga kandang dan satu partai tandang krusial mendatang.
(afb/afb)











































