Pria Ini Lepas Gaji Puluhan Juta Demi Bisnis Kuliner Meski Dicibir

Internasional

Pria Ini Lepas Gaji Puluhan Juta Demi Bisnis Kuliner Meski Dicibir

Sonia Basoni - detikSumut
Minggu, 10 Mei 2026 09:01 WIB
Ilustrasi penjual makanan yang buka sejak pagi hari saat Ramadan.
Ilustrasi penjual makanan (Foto: iStock)
Jakarta -

Seorang pria di Malaysia mendadak jadi perbincangan hangat di media sosial setelah memutuskan untuk resign dari pekerjaan korporat dengan gaji fantastis demi merintis usaha kuliner. Keputusan berani ini ternyata memicu pro dan kontra, terutama dari orang-orang di lingkungan sekitarnya.

Kisah ini pertama kali mencuat melalui unggahan anonim di sebuah grup Facebook. Pria tersebut mengungkapkan bahwa sebelumnya ia berkarier di sektor keuangan dengan upah bulanan mencapai lebih dari RM7.000 atau setara Rp 31 juta. Walaupun posisi tersebut tergolong mapan, ia memilih hengkang demi membangun bisnis food and beverage (F&B) bersama pasangannya.

Sayangnya, langkah tersebut justru berbuah sinisme. Banyak pihak menilai ia telah membuang kesempatan emas dan masa depan yang cerah hanya demi berjualan makanan. Menanggapi tekanan sosial tersebut, ia pun mencurahkan isi hatinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak mengerti kenapa bekerja di bidang F&B (kuliner) selalu dipandang rendah. Apa memang pekerjaan kantor dianggap lebih bergengsi daripada jualan makanan?" tulisnya mengutip detikFood.

Ketertarikannya pada dunia kuliner bukanlah tanpa alasan. Selama dua dekade, keluarganya menyambung hidup dengan berjualan makanan di pasar. Sejak kecil, ia sudah terjun langsung membantu orang tuanya dan merasa bangga dengan usaha tersebut.

ADVERTISEMENT

Namun, ia menyayangkan perspektif masyarakat yang sering memberikan label negatif pada pedagang pasar karena dianggap tidak selevel dengan pemilik kafe mewah atau restoran besar. Padahal, dari lapak pasar itulah keluarganya bisa bertahan hidup selama bertahun-tahun.

Meski sempat mencicipi dunia finansial sesuai latar belakang pendidikannya, panggilan jiwa di bidang kuliner ternyata jauh lebih kuat. Saat ini, meski usahanya masih seumur jagung, ia mengaku jauh lebih bahagia karena bisa bekerja sesuai dengan passion.

Unggahan tersebut memicu gelombang dukungan dari para netizen yang menekankan bahwa setiap profesi memiliki martabat yang sama. Beberapa komentar menonjol yang memberikan semangat.

"Tak ada yang hina dari berjualan makanan atau memulai usaha kuliner sendiri," dukung salah satu netizen.

"Banyak yang tidak tahu bahwa omzet penjual makanan jauh lebih tinggi dari pegawai kantoran. Jadi jangan berkecil hati," sambung netizen lainnya.

Banyak pula yang mengapresiasi keberaniannya meninggalkan zona nyaman demi mengejar mimpi yang ia yakini, sembari mengingatkan bahwa potensi penghasilan di dunia bisnis kuliner seringkali melampaui gaji kantoran jika dikelola dengan tekun.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads