Berburu Buah Matoa Khas Papua di Kota Medan, 1 Gigitan 3 Rasa

Berburu Buah Matoa Khas Papua di Kota Medan, 1 Gigitan 3 Rasa

Juita Sinuhaji - detikSumut
Senin, 27 Apr 2026 06:01 WIB
Pedagang buah matoa di Jalan Sunggal, Kota Medan, Minggu (26/4/2026)
Foto: Pedagang buah matoa di Jalan Sunggal, Kota Medan, Minggu (26/4/2026) (Juita Sinuhaji/detikSumut)
Medan -

Pernahkah detikers merasakan sensasi memakan buah matoa? Dengan satu gigitan dari buah matoa memberikan tiga rasa, aromanya khas dan langka.

Buah ini bernama matoa (pometia pinnata) merupakan buah eksotis khas Papua, Indonesia. Matoa memiliki rasa unik kombinasi antara buah rambutan, kelengkeng dan durian.

Bentuk buah matoa mirip duku, namun lebih besar dan kulitnya lebih keras. Teksturnya kenyal dan rasanya manis serta segar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak hanya itu, matoa kaya akan antioksidan, vitamin C, serta vitamin E yang bermanfaat untuk meningkatkan imun, kesehatan kulit dan jantung.

Salah satu penjual, Lestari, mengatakan buah matoa yang ia jual ada dua jenis. Dia mengatakan, jenis yang kerap kali laris manis yakni berwarna ungu kemerahan.

ADVERTISEMENT

"Jenisnya memang ada dua, yakni matoa kelapa yang warnanya kuning kehijauan dan matoa papeda yang berwarna ungu tua. Paling banyak peminatnya yakni matoa papeda," ungkapnya kepada detikSumut, Minggu (26/4/2026).

Lestari menjelaskan ada perbedaan kedua buah matoa tersebut, sehingga tekstur dan rasanya agak sedikit berbeda.

"Perbedaanya terletak pada tekstur daging buahnya. Jika matoa kelapa punya daging kenyal seperti rambutan, matoa papeda punya daging agak lembek dan lengket. Lebih enak itu matoa jenis keunguan," terangnya.

Selain itu, ia katakan harga kedua jenis buah tersebut berbeda. Matoa berwarna hijau kekuningan lebih murah dibandingkan matoa berwarna keunguan.

"Kalau harga matoa kelapa (kuning kehijauan) seharga Rp 15.000 perbungkusnya. Lalu matoa papeda (keungguan) dibandrol lebih mahal yakni seharga Rp25.000 per bungkusnya tapi selalu habis setiap harinya," tambahnya.

Sementara itu, salah satu pembeli, bernama Lisa, mengatakan ia sudah lama penasaran dengan buah khas Papua itu. Ia cerita buah tersebut terkenal langka dan mahal.

"Buah ini sudah lama saya incar, pernah saya tanya ditempat lain harganya sangat mahal. Nah, kebetulan tadi lewat dan liat harganya tergolong murah jadi saya beli," ujarnya.

Lisa juga mengatakan, buah matoa yang dibelinya cukup murah di lapak tersebut. Ia mengaku membeli buah itu untuk menghilangkan rasa penasarannya.

"Harganya tergolong murah dan masih bisa dibeli, kalau sudah dibeli rasa penasaranku sudah terpenuhi. Tadi saya beli matoa berwarna ungu, rasanya manis legit dan ada rasa kelengkeng, rambutan dan sedikit rasa durian," kata Lisa.

Menutup ceritanya, Lisa menganjurkan bagi siapa saja yang penasaran akan buah khas Papua tersebut untuk mencobanya. Ia katakan selagi harganya masih terjangkau dan ada di Kota Medan.

"Untuk teman-teman yang belum pernah mencoba buah langka satu ini, bisa kalian langsung ke arah Jalan Sunggal. Buah matoa ini tergolong unik, dengan satu gigitan kita bisa merasakan tiga rasa buah sekaligus," pungkasnya.

Bagi detikers yang penasaran dengan buah Matoa khas Papua tersebut, bisa langsung ke Jalan Sunggal, dekat Penangkaran Buaya Asam Kumbang, Kota Medan. Semoga artikel ini bermanfaat ya detikers!.



(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads