Di tengah gempuran tren makanan modern dan viral, ternyata ada sejumlah kuliner yang usianya telah melampaui ribuan tahun namun tetap bertahan hingga hari ini. Makanan-makanan ini bukan sekadar pengganjal perut, melainkan jejak hidup peradaban manusia yang diwariskan lintas generasi.
Menariknya, di balik kelezatannya, setiap hidangan menyimpan cerita panjang tentang budaya, tradisi, hingga cara manusia beradaptasi dengan alam sejak zaman kuno. Lantas, kuliner apa saja yang mampu bertahan dari zaman ke zaman dan masih bisa dinikmati hingga kini? Simak daftar 10 kuliner tertua di dunia yang tetap eksis selama ribuan tahun.
Kuliner Tertua di Dunia yang Masih Dikonsumsi hingga Kini
Melansir detikFood dari Times of India (21/3) yang, berikut 10 hidangan tertua di dunia yang tetap bertahan sampai sekarang:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Sushi
Sultan! Sushi Termahal di Dunia Ini Harganya Mencapai Rp 32 Juta Foto: The Richest |
Sushi awalnya merupakan metode pengawetan ikan di Jepang dengan menggunakan fermentasi nasi. Seiring waktu, metode ini berkembang menjadi hidangan yang dikenal saat ini, dengan berbagai variasi dan penyajian modern.
2. Stew
Stew atau hidangan berkuah yang dimasak perlahan telah ada sejak zaman prasejarah. Manusia memasak berbagai bahan seperti daging, biji-bijian, dan sayuran dalam satu wadah untuk menghasilkan makanan yang mengenyangkan dan bergizi. Teknik memasak ini tetap digunakan hingga sekarang di berbagai budaya
3. Kheer
Kheer adalah puding beras khas India yang sudah disebut dalam teks Sanskerta kuno. Terbuat dari susu dan beras yang dimasak perlahan, hidangan ini telah disajikan selama ribuan tahun, baik di rumah maupun dalam ritual keagamaan.
4. Hummus
hummus milkshake Foto: istimewa |
Hummus berasal dari Timur Tengah dan telah dikenal sejak abad pertengahan. Terbuat dari kacang arab, wijen, minyak zaitun, dan lemon, hidangan ini bertahan karena rasanya yang seimbang dan mudah disesuaikan di berbagai budaya.
5. Tamales
Tamales sudah ada sejak peradaban Mesoamerika seperti Aztec dan Maya. Dibungkus daun jagung dan dikukus, makanan berbahan adonan jagung ini dulu menjadi bekal praktis bagi prajurit dan pelancong.
6. Congee
Congee adalah bubur nasi dari China yang telah dikonsumsi lebih dari 2.000 tahun. Hidangan ini bisa disajikan polos atau dengan tambahan lauk, dan sering diberikan untuk orang sakit hingga lansia.
7. Roti Pipih Kuno (Flatbread)
Roti pipih sudah ada sejak sekitar 3000 SM di Mesir kuno. Roti ini dibuat dari campuran biji-bijian dan air yang dipanggang di atas batu panas. Hingga kini, berbagai variasi roti pipih masih menjadi bagian penting dari banyak budaya di seluruh dunia.
8. Pasta
Heboh! Ada Saus Pasta Carbonara Palsu Beredar di Italia Foto: iStock / Delhaize |
Pasta di Italia memiliki akar dari masa Romawi kuno. Bentuk awal pasta berupa adonan yang direbus telah dikenal sejak zaman tersebut. Seiring waktu, pasta berkembang menjadi berbagai bentuk dan jenis yang dikenal luas saat ini.
9. Injera
Injera adalah roti fermentasi khas Ethiopia yang dibuat dari tepung teff. Teksturnya berpori dan rasanya sedikit asam. Hidangan ini juga digunakan sebagai alas sekaligus alat makan, mencerminkan budaya makan bersama.
10. Garum
Garum adalah saus ikan fermentasi dari Romawi kuno. Meski bentuk aslinya sudah tidak digunakan, konsepnya masih hidup dalam berbagai saus fermentasi modern di Asia dan Mediterania.
Simak Video "Video: Fadli Zon Ingin Tempe-Dangdut Masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)














































