Polisi mengungkap ada delapan orang menjadi korban luka dalam kasus rumah dirusak dan dijarah orang tak dikenal (OTK) di Desa Matiti, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas). Video terkait kasus itu viral di media sosial.
Kasi Humas Polres Humbahas, Bripka Jafar Simanjuntak mengatakan data sementara menunjukkan sebanyak delapan orang menjadi korban akibat peristiwa perusakan dan penjarahan tersebut.
"Sebanyak delapan orang dilaporkan mengalami luka-luka," ucap Jafar, Minggu (13/9/2026).
Para korban terdiri atas pemilik rumah dan keluarga Opung Patar Munte. Mereka telah menjalani pengobatan dan membuat laporan polisi terkait peristiwa tersebut.
"Sejauh ini tim masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti yang lengkap," ucapnya.
Polisi meminta para pelaku perusakan untuk menyerahkan diri ke kantor polisi terdekat guna menjalani proses hukum sesuai prosedur yang berlaku.
Sebelumnya diberitakan, satu unggahan bernarasi 12 rumah di Desa Matiti, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), dirusak dan dijarah orang tak dikenal (OTK) viral. Selain itu, bus dan mobil pribadi milik warga juga dibalikkan oleh komplotan pelaku.
Dalam video yang dilihat detikSumut, tampak sebuah warung milik warga dirusak dan dijarah. Uang hingga sejumlah barang dagangan di warung tersebut diduga diambil oleh pelaku.
Sejumlah rumah juga mengalami kerusakan. Kaca rumah dipecahkan, sedangkan barang-barang di dalam rumah dihancurkan.
Barang berharga di dalam rumah tersebut diduga turut diambil oleh para pelaku.
Simak Video "Video: Banner Tarif Parkir di Kota Blitar Dirusak Orang Tak Dikenal"
(mjy/mjy)