Internasional

2 Korban Banjir di Nepal Selamat usai 10 Hari Terjebak Timbunan Lumpur

Tim detikNews - detikSumut
Minggu, 06 Sep 2026 05:00 WIB
WN China, Luhaitao, korban banjir di Nepal yang berhasil selamat. (AFP)
Jakarta -

Tim penyelamat di Nepal berhasil mengevakuasi dua orang yang masih bertahan hidup setelah terjebak selama 10 hari akibat banjir bandang dahsyat. Dua korban tersebut masing-masing merupakan warga negara China yang ditemukan di dalam terowongan serta seorang perempuan Nepal yang dievakuasi dari rumahnya yang tertimbun lumpur dan material banjir.

Warga China tersebut ditemukan oleh tim gabungan yang melibatkan personel Angkatan Darat Nepal dan para ahli asing. Ia berhasil diselamatkan dari kedalaman sekitar 225 meter atau 738 kaki di dalam terowongan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Upper Trishuli-1, distrik Rasuwa.

Demikian disampaikan militer Nepal dalam pernyataannya, sebagaimana dilansir kantor berita AFP, Sabtu (5/9/2026).

Foto proses evakuasi yang diunggah melalui halaman Facebook militer Nepal memperlihatkan pria yang diketahui bernama Luhaitao itu berjalan dengan kedua lengannya dirangkulkan ke bahu dua petugas penyelamat.

"Kesehatannya saat ini sedang dinilai dan operasi pencarian dan penyelamatan lainnya terus berlanjut," kata militer Nepal dilansir detikNews.

Luhaitao merupakan salah satu dari ratusan pekerja pembangkit listrik tenaga air yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah gelombang air dan lumpur menerjang wilayah perbatasan China-Nepal pada 26 Agustus. Bencana tersebut terjadi setelah runtuhnya gletser dan batuan dalam jumlah besar hingga memicu aliran material menyerupai tsunami.

Selain itu, aparat Nepal juga berhasil menemukan Chandrika Shrestha, perempuan berusia 64 tahun, yang tertimbun di dalam rumahnya di distrik Nuwakot. Ia diselamatkan oleh anggota Pasukan Polisi Bersenjata Nepal.

"Tim polisi menemukannya saat mereka membersihkan area tersebut. Dia telah diterbangkan ke Kathmandu untuk perawatan," kata wakil kepala polisi Iqbal Hawari kepada AFP.

Pasukan Polisi Bersenjata Nepal juga merilis video proses evakuasi Chandrika. Dalam rekaman tersebut, hanya sebagian bangunan rumah yang terlihat karena lantai bagian bawah masih dipenuhi lumpur tebal.

Sehari sebelumnya, Jumat (4/9), dua pekerja pembangkit listrik tenaga air Nepal juga berhasil dievakuasi dari terowongan Trishuli 3A. Hingga kini, upaya pencarian masih dilakukan di sejumlah titik lainnya.

Banjir tersebut dilaporkan menyebabkan sedikitnya 12 proyek pembangkit listrik tenaga air mengalami kerusakan parah hingga hancur.

Dua pekerja yang diselamatkan pada Jumat tersebut kini menjalani perawatan di rumah sakit di Kathmandu. Keduanya disebut berada dalam kondisi stabil.

Berdasarkan data badan penanggulangan bencana nasional Nepal, sebanyak 1.344 jenazah telah ditemukan. Sementara itu, sekitar 5.000 orang masih dinyatakan hilang.

Di wilayah China, media pemerintah melaporkan sebanyak 31 orang meninggal dunia dan 531 lainnya masih hilang. Dengan demikian, total korban meninggal dunia di Nepal dan China mencapai 1.375 orang, sedangkan jumlah orang yang masih hilang lebih dari 5.500 orang.



Simak Video "Video: Penambang Meksiko Berhasil Diselamatkan Usai Terjebak 13 Hari "

(nkm/nkm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork