Kepala SPPG di Jabar Diduga Bunuh Diri di Parkiran Mal, Tinggalkan Surat

Regional

Kepala SPPG di Jabar Diduga Bunuh Diri di Parkiran Mal, Tinggalkan Surat

Tim detikJabar - detikSumut
Senin, 13 Jul 2026 23:55 WIB
ilustrasi gantung diri
Foto: Dok.Detikcom
Bandung -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang pria yang diiduga berprofesi sebagai Kepala SPPG di Kota Bandung, Jawa Barat ditemukan tewas diduga bunuh diri di parkiran mal. Polisi masih menyelidiki peristiwa tersebut.

Peristiwa itu terjadi Minggu (12/7). Korban ditemukan dalam kondisi tergantung di tembok pembatas parkit di lantai 12 mal tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolsek Regol Kompol Megawati Triyanti membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan saat ini korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Sartikaasih guna penyelidikan lebih lanjut.

"Betul ada kejadian, pada Minggu 12 Juli, sekitar Pukul 06.30 WIB kita dapat informasi, di lantai 12 parkiran Kings dari saksi teknisi dan sekuriti," kata Mega dilansir detikJabar, Senin (13/7/2026).

ADVERTISEMENT

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa telpon genggam, sandal, KTP dan sepucuk surat yang berisi permohonan maaf korban kepada keluarga dan kerabat.

Informasi mengenai korban yang merupakan kepala SPPG di Bandung tersebut diketahui dari unggahan belasungkawa dari SPPI Regional Jabar.

Sedangkan, berdasarkan KTP korban diketahui korban berstatus sebagai pelajar/mahasiswa dan masih berusia 26 tahun.

"Untuk korban seorang mahasiswa, keterangan mahasiswa di KTP, setelah diidentifikasi dan dibawa langsung ke Sartikaasih," sebutnya.

Sementara pihak keluarga disebut telah menerima kejadian tersebut dan membuat pernyataan.

"Keluarga menerima dan buat pernyataan menerima kejadian tersebut," pungkasnya.

Isi Surat Wasiat

Dalam kejadian ini, polisi juga mengamankan sepucuk surat yang diduga ditulis korban. Surat tersebut berisi permohonan maaf dalam bahasa sunda.

Berikut isi surat tersebut, diterjemahkan dari bahasa Sunda:

MOHON MAAF JIKA SAYA TIDAK BERTANGGUNGJAWAB

MAH, PA, TEH, AA, MAAFIN P*** NYA JIKA JARANGN BERCERITA/NGOBROL, P*** SUKA TIDUR AJA, DIAM SAJA DI KAMAR, BELUM BISA BERPERILAKU DEWASA, MENGECEWAKAN, MAAF.

YULIA MAAFIN P*** NYA, MAKASIH YA UDAH MAU BERTEMAN SELAMA SETAHUN MENEMANI. MOHON MAAF JIKA DILUAR EKSPEKTASI Y****... MAAFKAN P*** BUAT KECEWA TERUS.

UNTUK REKAN KERJA DAPUR MAAFIN SAYA BANYAK KURANG NYA, SAYA BELUM BELUM PANTES MENDAPATKAN POSISI ITU.

UNTUK DIRI SAYA MAAFIN SAYA, JIKA SAYA PENAKUT, MENTAL LEMAH, TIDAK PERNAH BERSOSIAL, PENDIAM, JADI BEBAN ORANG TUA. MUDAH STRES, MUDAH DEG-DEGAN, DIPENDAM SENDIRI.

TERWAKILI YA ALLAH, DIMUDAHKAN REZEKI/DALAM MENJALANI BANYAK KETAKUTAN



(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads