Kos di Medan Diubah Jadi Gudang Vape Narkoba Jaringan Internasional

Kos di Medan Diubah Jadi Gudang Vape Narkoba Jaringan Internasional

Finta Rahyuni - detikSumut
Jumat, 10 Jul 2026 14:51 WIB
Petugas kepolisian usai menangkap kedua pelaku peredaran vape narkoba di Medan
Petugas kepolisian usai menangkap kedua pelaku peredaran vape narkoba di Medan (Foto: Polrestabes Medan)
Medan -

Salah satu rumah kos yang berada di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), diubah menjadi gudang penyimpanan vape berisi kandungan narkoba. Vape ini merupakan jaringan internasional yang dipasok dari Malaysia.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha mengatakan rumah kos tersebut berada di Jalan Pasundan, Kecamatan Medan Petisah. Pihak kepolisian kemudian menggerebek kos itu pada Kamis (9/7/2026).

"Kami menyita setidaknya 680 vape narkoba berbagai merek dan menangkap 2 pelaku," kata Rafli, Jumat (10/7).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rafli mengatakan pihaknya awalnya menangkap 2 warga Aceh di salah satu warung kopi di Jalan Wahid Hasyim, Medan. Kedua pelaku itu, yakni MY (35) dan MI (28). Dari tangan keduanya, petugas kepolisian menyita 30 vape narkoba.

ADVERTISEMENT

Setelah itu, petugas kepolisian melakukan pengembangan ke rumah kos yang ditinggali para pelaku selama berada di Kota Medan. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan sekitar 650 bungkus vape narkoba dalam tas yang disembunyikan di bawah tempat tidur.

"600 lebih vape narkoba disimpan pelaku di dalam sebuah tas ransel yang disembunyikan di bawah tempat tidur. Hal ini, diduga agar aktivitas keduanya tidak terpantau penghuni kos lain, karena letak kamar kedua pelaku berada di tengah rumah kos dan saling berhadapan dengan kamar lain," sebutnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, barang haram itu dipasok dari Malaysia dan diselundupkan melalui perairan. Rafli mengatakan pihaknya kini tengah menyelidiki jaringan narkoba tersebut.

"Barang bukti dengan jumlah besar kami temukan di bawah tempat tidur. Hasil pemeriksaan awal, narkoba dipasok dari Aceh, namun sumber utamanya berasal dari Malaysia. Narkoba masuk ke Indonesia melalui jalur perairan," pungkas Rafli.



(fnr/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads