Kecamatan Mandau jadi salah satu wilayah rawan peredaran narkotika di Bengkalis, Riau. Tingkat kerawanan kasus ini setelah polisi membongkar peredaran di sejumlah wilayah.
Data pengungkapan kasus narkotika Polres Bengkalis dan jajaran Polsek pada periode 1 Januari hingga 3 Juli 2026 ini menunjukkan sejumlah desa dan kelurahan menjadi titik paling rawan. Di situlah terungkap Mandau sebagai titik yang jadi perhatian serius oleh kepolisian.
Total dari 11 desa/kelurahan di Kecamatan Mandau yang diungkap polisi, Kelurahan Air Jamban menempati posisi teratas dengan 23 kasus. Disusul Kelurahan Babussalam dan Kelurahan Pematang Pudu masing-masing 15 dan 12 kasus.
Lalu Kecamatan Pinggir juga menjadi salah satu kantong peredaran narkoba. Termasuk Kelurahan Balai Raja tercatat menjadi lokasi pengungkapan terbanyak dengan 10 kasus, Desa Semunai dan Desa Tengganau ada 7 kasus.
Sedangkan di Kecamatan Bathin Solapan, Desa Air Kulim menjadi wilayah dengan pengungkapan tertinggi yakni 13 kasus. Kemudian Desa Sebangar 11 kasus dan Desa Bumbung 10 kasus.
Sementara di Kecamatan Bengkalis, Desa Kelapapati paling dominan dengan 10 kasus. Tentunya disusul Kelurahan Bengkalis Kota 9 kasus serta Desa Senggoro dan Wonosari masing-masing 6 kasus.
Data lain menunjukkan sejumlah wilayah yang masuk kategori rawan, di antaranya Desa Tasik Serai Barat di Talang Muandau dengan 6 kasus, Desa Bandar Jaya di Kecamatan Siak Kecil 6 kasus, Kelurahan Sungai Pakning di Kecamatan Bukit Batu 7 kasus. Lalu Desa Tenggayun di Kecamatan Bandar Laksamana dengan 4 kasus.
Itu artinya sepanjang Januari hingga Juni 2026, Polres Bengkalis dan jajaran sudah mengungkap ratusan kasus narkotika. Di bulan berikutnya, Februari menjadi bulan dengan pengungkapan tertinggi yakni 69 kasus, disusul April 86 kasus dan Mei 72 kasus.
Simak Video "Video Kepala BNN Desak Pemda Tindak Tegas Pesta Narkoba Berkedok Hajatan"
(ras/mjy)