KPK mengungkap teka-teki hilangnya Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnaen saat operasi tangkap tangan (OTT) di Kuantan Singingi, Riau. Suhardiman disebut coba menghilangkan barang bukti.
Plt Direktur Penyidikan KPK, Taufik Husein mengakui kehilangan Suhardiman dan Sekda Zulkarnaen saat penyidik turun ke Kota Jalur. Padahal KPK sempat datang ke rumah dinas hingga komplek perkantoran bupati.
"Jadi memang ketika tim di lapangan melakukan pengamanan terhadap pihak-pihak diduga sesuai laporan masyarakat yang diterima kita mencari ke rumah dinas, kantor pemerintahan Kabupaten Kuansing. Tapi kemudian tim tidak menemukan posisi yang bersangkutan, diduga sudah keluar dari Kuansing," kata Taufik saat konferensi pers, Rabu (1/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taufik juga mengungkap dugaan informasi tim KPK turun bocor. Termasuk dugaan ada pihak yang menjemput Suhardiman Amby hingga tak ditemukan.
"Ada informasi kedatangan tim KPK di Pekanbaru, ini surat perintah penyelidikan sudah sekitar 1 bukan ya. Apakah merasa atau mengetahui langsung masih didalami seperti apa," katanya.
Hasil pemeriksaan juga terungkap Bupati Suhardiman Amby sempat mendatangi shoroom untuk menghilangkan jejak mobil Land Cruiser yang kini disita. Dimana mobil itu diberikan oleh Zulkarnaen untuk amankan posisinya.
"Pihak Bupati melakukan pengamanan dengan mendatangi shoroom untuk menghilangkan jejak keberadaan mobil. Mobil sudah dibeli sejak 2025 dan dicicil, informasi itu masih didalami cicilan ke sekian kali," kata Dirdik.
KPK mengungkap Suhardiman Amby coba menyembunyikan mobil Toyota Land Cruiser yang diberikan oleh Sekda Kuansing Zulkarnain. Mobil itu dijual karena Suhardiman merasa dipantau KPK.
"Atas unit mobil SUV Toyota Land Cruiser tersebut, tim KPK mendapatkan informasi adanya pihak-pihak yang mencoba menghilangkan, jadi ada jeda saat mencari yang bersangkutan dan barang buktinya juga, ada pihak-pihak yang mencoba menghilangkan atau menyembunyikan keberadaannya, dengan cara menjual kepada showroom milik saudara SW selaku pihak swasta. Hal ini diduga karena SA mengetahui dirinya sedang dipantau oleh tim KPK," kata Taufik.
Suhardiman Amby sendiri telah ditetapkan tersangka dan ditahan bersama Zulkarnaen dan Ardiles selaku Dirut PT MIC. Terlihat Suhardiman Amby keluar dari KPK dengan rompi oranye dan tangan diborgol.
