Harga motor listrik yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tidak sesuai kewajaran. Diketahui, satu unit motor listrik tersebut dibanderol sekitar Rp 42 juta.
PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT) diduga melakukan markup dalam proses pengadaan motor listrik untuk program MBG. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan bahwa dugaan penggelembungan harga dilakukan agar nilai motor listrik mendekati pagu anggaran yang telah disiapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurut penyidik, Komisaris PT YAT Andri Mulyono diduga mengatur penyusunan harga perkiraan sendiri (HPS) bersama pihak BGN. Padahal, perusahaan tersebut dinilai belum memenuhi persyaratan sebagai penyedia motor listrik dalam proyek tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PT YAT belum mempunyai dealer atau bengkel aktif serta tidak memenuhi persyaratan dan proses pengadaan belum dimulai," ujar Syarief dikutip detikOto dari detikNews.
Syarief menegaskan, harga motor listrik yang diajukan dalam proyek MBG tidak masuk kategori wajar. Namun hingga kini, pihaknya masih menghitung secara rinci besaran dugaan markup yang terjadi pada motor listrik merek Emmo tersebut.
"Kami bisa menyatakan itu ada markup karena pembentukan harga perkiraan sendiri (HPS) itu dilakukan secara melawan hukum. Sedang kami hitung untuk pastinya. Tapi sudah pasti kami pastikan bahwa harganya tidak wajar," lanjut Syarief.
Sebelumnya, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut motor listrik tersebut diperoleh dengan harga sekitar Rp 42 juta per unit. Sementara berdasarkan data di situs Inaproc, PT Yasa Artha Trimanunggal menawarkan motor listrik Emmo JVX GT dengan harga Rp 49,95 juta termasuk PPN 12 persen. Adapun Emmo JVH Max tercantum dengan harga Rp 48,84 juta.
Di sisi lain, harga yang tercantum pada laman resmi Emmo Indonesia menunjukkan Emmo JVH Max dijual Rp 48,9 juta, sedangkan Emmo JVX GT dibanderol Rp 58 juta.
Emmo JVX GT merupakan motor listrik bergaya adventure yang dibekali tenaga hingga 7.000 watt. Kendaraan ini mampu menempuh jarak sekitar 70 kilometer, mendukung pengisian cepat dari 30 persen hingga 80 persen dalam waktu satu jam, serta dirancang untuk digunakan di jalan raya maupun medan off-road.
Sementara itu, Emmo JVH Max hadir sebagai skuter listrik untuk kebutuhan mobilitas perkotaan. Motor ini memiliki kecepatan maksimum hingga 90 km/jam, jarak tempuh sekitar 70 kilometer, baterai berkapasitas 73,6V 30Ah, fitur fast charging, desain modern, serta sistem pengereman cakram CBS yang dipadukan dengan ban tubeless.
(afb/afb)
