Kasus dugaan penyerangan dan penembakan terjadi di kawasan kebun sawit di Indragiri Hulu, Riau. Akibatnya ada 6 pekerja mengalami luka.
Aksi itu terjadi Senin (1/6) kemarin di area kebun PT Sinar Belilas Perkasa. Serangan dan penembakan dilakukan terkait adanya sengketa lahan.
"Peristiwa penyerangan karyawan PT SBP dilakukan menggunakan 3 pucuk senjata pistol air gun dan 1 pucuk senapan angin," ucap Humas PT SBP, Abdul Rahman saat dikonfirmasi, Selasa (2/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat serangan itu, tercatat ada 6 pekerja mengalami luka. Sementara 2 pekerja luka tembak berinisial ZU dan EY dirujuk ke RS Syafira di Pekanbaru.
"Dua orang korban atas nama Zulkifli dan Edi Yanto dirujuk ke RS Syafira Pekanbaru karena luka tembakan. Zulkifli luka tembak peluru sampai ke dekat paru-paru dan Edi Yanto luka tembakan sampai tulang ekor," katanya.
Kejadian tersebut telah dilaporkan pihak perusahaan ke Polres Inhu. Laporan itu tertuang dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/93/VI/2026/SPKT/POLRES INHU/POLDA RIAU tanggal 1 Juni 2026.
Abdul berharap kasus tersebut terungkap dengan terang. Termasuk siapa pelaku penembakan dan penyerangan di wilayah perkebunan mereka.
"Kita sudah laporkan kejadian kemarin ke Polres Inhu dan kemarin malam sudah di BAP. Kami tentu berharap ini diusut tuntas," tegas Abdul.
Sementara itu PS Kasi Humas Polres Inhu Aiptu Misran mengaku sudah menerima laporan atas insiden tersebut. Bahkan tim Satreskrim tengah mengusut tuntas kasus tersebut.
"Laporan sudah kami terima dan sedang ditangani oleh Satreskrim," tegas Misran.
Terkait motif, Misran mengatakan penyidik masih memintai keterangan sejumlah saksi-saksi yang ada lokasi. Termasuk melakukan gelar perkara di Mapolres.
"Masih didalami semua, termasuk motif," kata Misran.
(ras/nkm)











































