Seorang pria lansia berinisial AS (66) di Tapanuli Tengah (Tapteng) berpura-pura menjadi korban begal. Padahal, ia diduga melakukan percobaan bunuh diri setelah diusir keluarganya. Peristiwa itu terjadi di Jalan Zainul Basri Hutagalung, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP M. Alan Haikel, mengatakan bahwa peristiwa ini bermula pada Sabtu (25/4/2026) malam. Pihak kepolisian menerima informasi bahwa korban dibawa oleh Kasatpol PP Kabupaten Tapanuli Tengah ke ruang UGD RSUD Pandan karena mengalami luka sayat di bagian leher dan lengan.
"Korban awalnya diduga menjadi korban begal," ujarnya, Rabu (29/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi yang menerima laporan tersebut langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian sekaligus melakukan penyelidikan. Saat dimintai keterangan, jawaban korban selalu berubah-ubah.
"Petugas di lapangan menemukan sejumlah kejanggalan pada pola luka dan keterangan korban yang tidak konsisten," ujarnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, diketahui bahwa AS mengalami tekanan batin terkait kondisi keluarganya. Ia diduga mengalami depresi karena ditinggalkan oleh anak dan menantunya.
Ia mengatakan, berdasarkan pengakuan adik kandung korban bahwa AS telah beberapa hari tidak tinggal di rumahnya.
"Korban sudah empat hari menumpang tidur di warung karena merasa diusir dari rumahnya di Kecamatan Sorkam. Bahkan, korban sempat berencana mendaftarkan diri ke Dinas Sosial agar bisa ditempatkan di panti jompo," ujarnya.
Akhirnya, AS mengakui bahwa luka yang ada di tubuhnya merupakan akibat perbuatannya sendiri.
"AS mengaku sengaja menyayat leher dan tangannya menggunakan pisau cutter di sebuah rumah kosong di kawasan Jalan Zainul Basri Hutagalung, sekitar 150 meter dari Kantor Dinas Lingkungan Hidup Tapanuli Tengah," tutupnya.
(nkm/nkm)











































