Pria bernama Jefri Harefa (24) bersama istrinya diduga dibegal saat hendak berangkat kerja di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Korban mengaku juga ditodong pistol oleh kawanan begal itu.
Jefri mengatakan peristiwa itu terjadi di Jalan Flamboyan, Kecamatan Medan Timur, pada Sabtu (25/4/2026) sekira pukul 05.00 WIB. Saat itu, dia hendak pergi berangkat kerja bersama istrinya ke Komplek Cemara Asri.
"Mau berangkat kerja sama istri, saya jadi tukang masak di rumah makan gitu," kata Jefri saat dikonfirmasi detikSumut, Rabu (29/4).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jefri menyebut kejadian berawal saat keduanya berangkat dari rumah kontrakan mereka di Mabar Hilir sekira pukul 04.30 WIB. Setibanya di Jalan Flamboyan itu, dia melihat ada sekitar 3 sepeda motor yang datang dari arah berlawanan dan mencegat mereka.
Saat itu, Jefri mengaku tengah mengendarai motornya dalam keadaan kencang karena ketakutan. Alhasil, saat pelaku mengadangnya, motornya sempat menabrak motor pelaku yang diperkirakannya sekitar 5 orang itu. Akibatnya, Jefri dan istrinya terpental.
Usai terjatuh, Jefri pun berupaya untuk menuju sepeda motornya. Namun, salah seorang pelaku menodongkannya benda mirip pistol ke arahnya. Tak hanya itu, Jefri menyebut pelaku lainnya juga membawa senjata tajam.
"Tiba-tiba di situ, aku langsung ditodong pistol, saya lihat seperti pistol, jarak kami paling sekitar 1 meter, tapi saya nggak tahu pasti asli atau enggak. Ada yang bawa sajam juga," ujarnya.
Melihat senjata itu, Jefri pun perlahan mundur karena ketakutan akan dilukai pada pelaku. Setelah itu, para pelaku pun langsung membawa kabur motor korban. Selain motor, Jefri mengaku juga kehilangan handphone.
Jefri menyebut dia dan istrinya tidak sempat dilukai para pelaku. Namun, keduanya mengalami luka-luka usai terpental.
"Nggak ada sempat dilukai, soalnya aku nggak ngelawan. Jadi, para pelaku itu langsung berbalik arah mengangkat motorku," ujarnya.
Setelah kejadian itu, Jefri pun tidak bisa lagi pergi bekerja karena motor itu merupakaan kendaraan satu-satunya yang mereka punya. Sementara jika naik ojek online, uang ongkos yang harus dikeluarkannya akan cukup banyak karena jarak dari rumah kontrakannya ke tempat kerja cukup jauh.
Jefri menyebut uang gaji yang diterimanya sebagai tukang masak juga pas-pasan, sehingga tidak memungkinkan jika dirinya terus menerus naik ojol atau kendaraan umum.
"Kami biasa memang berangkat kerja jam segitu, selama ini nggak ada terjadi apa-apa, baru kali ini lah. Kalau mau pesan ojol, mahal lagi, gaji juga pas-pasan," ujarnya.
Atas kejadian ini, Jefri telah membuat laporan ke Polsek Medan Timur pada hari yang sama. Jefri pun berharap pelaku bisa segera ditangkap.
Kapolsek Medan Timur Kompol Agus Butar-Butar mengatakan korban telah membuat laporan atas kejadian ini. Saat ini, pihak kepolisian tengah menyelidiki laporan tersebut.
"Korban sudah buat laporan, lagi kita selidiki," kata Agus saat dikonfirmasi detikSumut.
Terkait pelaku yang turut menodongkan pistol, Agus menyebut pihaknya masih mendalami hal tersebut.
"Terkait itu sedang kita dalami," pungkasnya.
(fnr/nkm)











































