Diduga Curi Kopi, Pria di Sumsel Tewas Dimassa

Regional

Diduga Curi Kopi, Pria di Sumsel Tewas Dimassa

Welly Jasrial Tanjung - detikSumut
Sabtu, 25 Apr 2026 17:01 WIB
Polisi melakukan olah TKP pria paruh baya yang tewas usai diamuk massa
Foto: (Foto: Istimewa/Polres OKU Selatan)
OKU Selatan -

Seorang pria paruh baya berinisial EA (45) di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan, meninggal dunia setelah menjadi sasaran amuk massa. Ia diduga mencuri kopi di kebun milik warga.

Kejadian itu berlangsung di Dusun II Trawengan Ataran Selawe, Desa Kota Aman, Kecamatan Buay Runjung, pada Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Korban dikeroyok warga setelah tertangkap berada di area perkebunan kopi.

Kasat Reskrim Polres OKU Selatan, Anton L Sinaga, menjelaskan bahwa berdasarkan penyelidikan awal, pemilik kebun berinisial H (52) memergoki korban bersama seorang rekannya sedang memetik buah kopi tanpa izin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Situasi memicu emosi warga yang selanjutnya melakukan tindakan anarkis hingga menyebabkan korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara," jelasnya.

Polisi yang menerima laporan kemudian langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.

ADVERTISEMENT

Anton mengatakan, pihaknya kini tengah mendalami kasus tersebut untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam aksi pengeroyokan.

"Kami sangat menyayangkan terjadinya aksi main hakim sendiri ini. Meskipun peristiwa ini dipicu dugaan tindak pidana pencurian, tindakan kekerasan oleh massa tidak dapat dibenarkan. Saat ini kami tengah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti untuk mengidentifikasi pelaku," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Polres OKU Selatan akan menangani perkara ini secara profesional, tegas, dan transparan sesuai hukum yang berlaku.

"Kami memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur. Tidak ada ruang bagi tindakan anarkis di tengah masyarakat. Semua permasalahan harus diselesaikan melalui jalur hukum," tegasnya.

Selain penindakan hukum, polisi juga melakukan langkah pencegahan dengan mendekati keluarga korban serta tokoh masyarakat setempat guna menghindari potensi konflik lanjutan.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads