Pria di Batam Tikam Rekan Kerja Pakai Sajam gegara Sakit Hati

Kepulauan Riau

Pria di Batam Tikam Rekan Kerja Pakai Sajam gegara Sakit Hati

Alamudin Hamapu - detikSumut
Jumat, 24 Apr 2026 15:41 WIB
Ilustrasi pembacokan, ilustrasi penebasan, ilustrasi penikaman. (AI)
Foto: ilustrasi penikaman. (AI)
Batam -

Pria inisial AW menusuk rekan kerjanya sendiri inisial F di kawasan Nagoya Thamrin City, Kecamatan Lubuk Baja, Batam, Kepulauan Riau. Pelaku menyerang korban menggunakan senjata tajam jenis karambit gegara sakit hati.

Kapolsek Lubuk Baja, Deni Langie mengatakan peristiwa itu terjadi pada Kamis (23/4) sekitar pukul 22.05 WIB di Blok C Komplek Nagoya Thamrin City. Saat itu, korban baru pulang kerja sebelum tiba-tiba dihampiri pelaku yang datang menggunakan sepeda motor.

"Pelaku AW langsung mengajak korban berkelahi sebelum akhirnya mengeluarkan senjata tajam. Pelaku mengeluarkan karambit dan langsung menyabet lengan kiri korban," kata Deni, Jumat (24/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban sempat melakukan perlawanan dengan melempar batu dan berusaha melarikan diri. Namun, pelaku mengejar dan kembali menyerang dengan menusuk bagian perut serta pinggang korban.

ADVERTISEMENT

"Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian," ujarnya.

Mendapat laporan tersebut, tim gabungan Opsnal Jatanras Polda Kepri dan Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku. Dari hasil penyelidikan, pelaku diketahui berada di wilayah Punggur, Kecamatan Nongsa.

"Pelaku berhasil diamankan kurang dari 1X24 jam yakni pada Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 02.15 WIB di daerah Punggur," ujarnya.

Selanjutnya, pelaku dibawa ke Polsek Lubuk Baja untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pelaku dan korban diketahui merupakan rekan kerja.

"Pelaku dan korban diketahui merupakan rekan kerja di salah satu food market di kawasan Nagoya Thamrin," ujarnya.

Sebelumnya, antara pelaku dan korban terlibat cekcok terkait pembagian shift jam istirahat kerja. Pelaku mengaku emosi karena merasa dihina dan dibully oleh korban.

"Motifnya karena sakit hati dan emosi akibat permasalahan di tempat kerja,"ujarnya

Dari pemeriksaan polisi, pelaku AW diketahui merupakan residivis kasus pembacokan. Pelaku sempat dihukum karena perbuatannya di Sumatera Selatan.

"Pelaku merupakan residivis kasus pembacokan di kampung halamannya di Sumsel," ujarnya.




(dhm/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads