Rumah seorang mantan anggota Polri bernama Horas Hutauruk (44) diduga dijarah sekelompok pelaku tawuran di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan. Saat ini, polisi telah menangkap satu pelaku.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo mengatakan Horas Hutauruk melaporkan soal dugaan penjarahan dan perusakan rumahnya tersebut. Agus menyebut pihaknya langsung melakukan serangkaian penyelidikan usai menerima laporan itu.
Sejauh ini, kata Agus, ada empat orang pelaku yang telah teridentifikasi. Dari total tersebut, satu di antaranya telah ditangkap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah ada pelaku yang kita amankan, 1 orang. Pelaku yang teridentifikasi masih empat orang," kata Agus, Rabu (8/4/2026).
Agus menjelaskan bahwa petugas masih berupaya memburu pelaku lainnya. Selain itu, pihaknya juga tengah mendalami soal kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam kasus itu.
"Selebihnya masih dalam pengejaran," jelasnya.
Sebelumnya, Horas menyebut peristiwa itu terjadi tepatnya pada Sabtu (4/4) dini hari di Lorong Bersama Lingkungan 2, Kelurahan Sicanang. Saat itu, kelompok tawuran dari Pulau Ambon mendatangi sejumlah pemuda di Lorong Bersama itu.
Rumahnya yang berada di pinggir jalan gang itu, kata Horas, memang biasanya menjadi tempat berkumpul pemuda-pemuda. Alhasil, pada saat kelompok tawuran Pulau Ambon datang ke lokasi, rumahnya pun ikut menjadi sasaran para pelaku.
"Berhubung rumah saya di pinggir jalan dalam gang itu. Jadi, titik kumpulnya anak muda sekitar wilayah lingkungan 2 ini sering di situ, tapi bukan untuk tawuran, memang masih di bawah umur, masih sekolah, sebatas sampai pukul 22.00 WIB atau 23.00 WIB, mereka pasti bubar. Datang massa ini, sehingga disambut oleh adik-adikan ini, sehingga terjadi pelemparan antara dua kubu," kata Horas, Senin (6/4).
Dia menyebut ada banyak yang terluka pada saat kejadian itu. Para pelaku juga menyasar hingga ke dalam rumah Horas.
Pelaku, kata Horas, merusak jaringan listrik, Wifi, TV, serta pintu dan kaca di rumahnya. Selain itu, warung miliknya juga dibobol, sehingga Horas harus kehilangan sejumlah barang dagangan, seperti puluhan tabung gas, puluhan goni beras berbagai ukuran hingga rokok.
Tak hanya itu, Horas mengaku anak dan istrinya juga diseret. Horas yang telah tinggal sejak tahun 2019 di lokasi itu pun sangat menyayangkan aksi para pelaku itu.
(fnr/nkm)











































