Kecelakaan maut antara bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan pengendara becak bermotor (betor) terjadi di Jalan H. T. Rizal Nurdin, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara. Akibat kejadian itu, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka ringan.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Padangsidimpuan, AKP Joni Silalahi, mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (2/4) malam. Menurutnya, korban tewas adalah pengemudi betor.
"Kecelakaan bermula saat becak bermotor yang dikendarai korban melaju dari arah pusat Kota Padangsidimpuan menuju Pijorkoling dengan kecepatan tinggi," ujarnya pada. Rabu (3/4/2026)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesampainya di lokasi kejadian, pengendara becak bermotor mengambil jalur terlalu ke kanan saat hendak mendahului kendaraan di depannya. Pada waktu yang bersamaan, dari arah berlawanan datang bus ALS yang dikemudikan oleh seorang sopir bernama Fandi, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
"Karena jarak sudah terlalu dekat, kecelakaan pun terjadi antara kedua kendaraan," tambahnya.
Akibat benturan tersebut, korban yang merupakan pengendara betor Abdi Nusantara Harahap mengalami luka berat di beberapa bagian tubuh, termasuk patah tulang pada kedua kaki, luka robek, serta luka lecet di sejumlah bagian tubuh. Korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
"Korban meninggal dunia diketahui bernama Abdi Nusantara Harahap (21), warga Gunung Baringin, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan," ucapnya.
Sementara itu, penumpangnya, Farel Octavianus Sitorus (15), warga Kota Padangsidimpuan, hanya mengalami luka ringan berupa luka lecet pada bagian kaki kiri dan telah mendapatkan penanganan medis.
"Kedua korban langsung dievakuasi ke RSUD Kota Padangsidimpuan untuk penanganan lebih lanjut," jelas petugas.
Selain korban jiwa, kecelakaan ini juga mengakibatkan kerusakan pada kedua kendaraan. Becak bermotor mengalami kerusakan berat, sedangkan bus mengalami kerusakan ringan. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 5 juta.
Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.
"Saat ini kasus masih dalam penanganan dan penyelidikan lebih lanjut," tutup petugas.
(astj/astj)











































