Staf Bawaslu OKU Selatan, Sumatera Selatan (Sumsel), Maria Simaremare (39) tewas dibunuh pacarnya inisial SHLN (34). Motif pelaku menghabisi nyawa korban karena sakit hati.
Kasat Reskrim Polres OKU Selatan AKP Anton L Sinaga mengatakan antara korban dan tersangka merupakan pasangan kekasih. Sebelum kejadian, pada Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, tersangka datang ke rumah korban untuk menginap selama empat hari.
Selanjutnya, Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB antara korban dan tersangka terjadi cekcok mulut yang berawal, korban melontarkan caci maki dan kata-kata meremehkan yang menimbulkan ketersinggungan tersangka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tersangka yang tersinggung melakukan tindak kriminal terhadap korban dengan mencekik leher korban hingga korban tidak berdaya, selanjutnya tersangka mengambil sebilah pisau miliknya dari dalam tas pakaiannya dan langsung menggorok leher korban hingga hampir putus dan akhirnya korban meninggal dunia," jelasnya, Minggu (29/3/2026), melansir detikSumbagsel.
Usai mengetahui korban sudah tidak bernyawa lagi, tersangka mengambil baran-barang berharga milik korban yakni satu unit laptop handphone, buah dompet berisi uang tunai sebesar Rp 700 ribu, KTP, SIM dan Kartu ATM milik korban. Selanjutnya, tersangka pergi meninggalkan rumah korban dengan mengendarai motor milik korban.
"Pada saat tersangka meninggalkan rumah korban, ada saksi yang melihat dan bertemu tersangka saat ia akan mengunci pintu rumah korban," ungkapnya.
Jasad Ditemukan Tetangga
Jasad korban ditemukan tetangganya Yuliza yang curiga karena pintu rumah korban masih tertutup, korban tidak ada keluar dari rumahnya, Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 07.50 WIB.
"Saksi mencoba memanggil -manggil korban namun tidak ada tanggapan sama sekali," ujarnya.
Selanjutnya saksi memanggil warga lain untuk membuka paksa jendela kamar korban. Lalu saksi terkejut melihat korban tergeletak di lantai kamar di samping tempat tidurnya dengan kondisi bersimbah darah.
"Warga langsung menghubungi pihak kepolisian dan jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Muaradua dan selanjutnya untuk dilakukan pemeriksaan mendalam dibawa ke RS Bhayangkara Moh Hasan di Palembang," ujarnya.
Pelaku Sakit Hati dan Ditangkap di Palembang
Usai menerima laporan adanya kejadian tersebut, polisi lalu melakukan penyelidikan dan penyidikan. Hasilnya, pelaku ditangkap petugas gabungan di Palembang, pada Sabtu.
Kepada polisi, pelaku nekat melakukan aksinya karena karena sakit hati akibat kata-kata kasar yang dilontarkan korban.
"Berdasarkan pemeriksaan yang kami lakukan terhadap tersangka, dugaannya karena sakit hati akibat kata-kata kasar yang diucapkan korban," katanya.
(dhm/dhm)











































