Dua tangan remaja di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, SS (14) dan MM (14) putus setelah terkena ledakan petasan. Ledakan terjadi saat kedua remaja itu meracik petasan tersebut.
Selain SS dan MM, ada AA (14) yang ikut terluka saat ledakan tersebut. Saat ini ketiganya dirawat di RSUD Bendan.
Peristiwa itu terjadi di sebuah kebun pisang milik warga di Kuripan Kidul, Kelurahan Kertoharjo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Senin (23/3) sekitar pukul 14.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut warga, SS mengalami luka parah yakni tangan kiri putus, tangan kanan hancur, dan kaki kanan hancur. Adapun MM (17) mengalami tangan kiri putus. Sedangkan AA yang saat itu berada sekitar 20 meter dari lokasi, mengalami luka di kaki.
Syaiful (35) warga setempat, mengaku saat itu mendengar dentuman keras dari rumahnya yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.
"Saya di rumah dengar suara ledakan keras sekali, sampai tembok rumah bergetar. Pas saya ke lokasi, sudah ada tiga korban tergeletak. Dua luka parah, satu luka ringan," kata dia dikutip detikJateng.
"Dua-duanya tangannya putus sebelah kiri. Satu lagi tangannya hancur. Mereka masih sadar waktu itu, tapi merintih kesakitan," imbuhnya.
Warga kemudian segera mengevakuasi para korban ke rumah sakit. Menurut Ayah AA, Siswanto (35), anaknya mengalami luka robek di kaki.
"Awalnya saya dikasih tahu tetangga, saya langsung ke lokasi. (Anak saya) Kondisinya terkapar, tapi masih sadar. Lukanya sobek di kaki kanan dan kiri belakang, sekarang sudah dijahit. Anak saya berada jauh tetapi terkena (ledakan)," jelasnya.
Barang Bukti yang Diamankan
Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setyanto, menyebut ledakan itu terjadi saat dua remaja tersebut sedang meracik petasan.
"Yang mana ada dua remaja sedang meracik petasan, kemudian petasan tersebut salah satu meledak, sehingga mengakibatkan dua orang yang merakit ini mengalami luka-luka agak serius," kata dia, kemarin.
"Sementara satu korban lainnya terkena dampak ledakan dari jarak sekitar 15 meter, mengalami luka robek di kaki Sebelah kiri," imbuh dia.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, di antaranya satu petasan berisi bahan peledak dan 17 selongsong kosong berbagai ukuran.
"Petasan yang ditemukan memiliki ukuran tinggi sekitar 22 cm dengan diameter 5 cm," ungkap Setyanto.
Kemarin malam, SS dan MM dilaporkan belum sadarkan diri, sedangkan AA dalam kondisi stabil. Polisi menyebut lokasi peracikan petasan di kebun pisang milik warga.
"Kami imbau kepada seluruh warga masyarakat Kota Pekalongan khususnya, agar selalu melakukan pengawasan terhadap putranya. Jangan sampai bermain-main terkait dengan petasan," imbau Setyanto.
Simak Video "Video: Heboh Ledakan Petasan Racikan di Musala Blitar"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)











































