Seorang guru SD di Kota Dumai, Tika Plorentina (26) tewas ditikam oleh kekasihnya di kontrakan. Motifnya tak lain karena cinta segitiga.
Informasi diterima, korban ditemukan tak bernyawa di kontrakan Gang Horas, Bukit Datuk, Dumai Selatan. Korban ditemukan kekasihnya, David Edwardo Sitorus sekitar pukul 08.30 WIB pagi tadi.
"Kemarin itu korban mengubungi pelapor (David Edwardo Sitorus) minta ditemani karena mantan pacarnya BM mau datang. Lalu datanglah pelapor ini," kata Kapolres Dumai AKBP Angga Febrian Herlambang, Kamis (12/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat pelapor tiba, tak lama datanglah BM. BM langsung menginterogasi David terkait hubungannya dengan korban.
Tanpa basa-basi David menjelaskan kalau mereka pacaran. BM tidak terima, bahkan dia mengaku masih status pacaran dengan korban saat ini.
BM juga meminta klarifikasi kepada korban. Jawaban yang sama, korban mengaku ada hubungan asmara dengan David dan minta BM untuk pulang.
"Setelah pembicaraan itu korban minta BM segera pulang. Lalu korban dan pelapor ini pergi, begitu juga dengan BM pergi menuju parkiran mobil untuk meninggalkan lokasi," kata Angga.
Pagi tadi sekitar pukul 06.30 WIB, pelapor kembali datang ke kontrakan korban untuk mengecek. Setelah situasi aman, pelapor pamit.
"Pukul 08.37 WIB, pelapor dapat informasi bahwa Tika Plorentina Simanjuntak telah ditemukan meninggal dunia. Ada banyak luka tusuk yang diduga dilakukan orang tak dikenal," kata Angga.
Atas temuan itu, David melapor ke Polres Dumai. Hasil identifikasi diketahui bahwa korban ternyata tewas dibunuh pelaku BM.
"Motif masih terus didalami. Informasinya cinta segitiga. Korban guru Kelas 3 di SD Santo Tarcisius, Wali Kelas," tegas mantan Kapolres Kuantan Singingi itu.
(ras/mjy)











































