Viral Gerombolan Orang Gedor Pintu-Ancam Penghuni Kos di Medan

Viral Gerombolan Orang Gedor Pintu-Ancam Penghuni Kos di Medan

Finta Rahyuni - detikSumut
Rabu, 11 Mar 2026 16:30 WIB
Video viral saat gerombolon orang mengetuk-ngetuk kamar kos di Jalan Setia Budi. (Foto: dok.media sosial)
Foto: Video viral saat gerombolon orang mengetuk-ngetuk kamar kos di Jalan Setia Budi. (Foto: dok.media sosial)
Medan -

Satu unggahan yang menarasikan adanya segerombolan orang mengancam penghuni kos di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) menggunakan pisau dan mencuri barangnya, viral di media sosial. Orang-orang tersebut diduga sempat menawarkan bubuk abate atau pembasmi jentik nyamuk.

Berdasarkan video yang dilihat detikSumut, Rabu (11/3/2026), terlihat ada sekitar tujuh orang yang terdiri wanita dan pria masuk ke area kos-kosan sambil mengetuk pintu kos secara bergantian. Mereka menggedor-gedor pintu penghuni kos sembari memanggil-manggilnya berulang kali.

Mereka berpindah dari satu pintu ke pintu lain. Terlihat tidak ada penghuni kos yang keluar untuk menemui orang-orang tersebut. Pengunggah mengatakan peristiwa itu terjadi di Jalan Setia Budi, Kecamatan Medan Selayang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut informasi yang beredar, mereka berusaha membuat penghuni kos membuka pintu. Beberapa penghuni kos tersebut mengalami kehilangan setelah diduga diancam menggunakan pisau," demikian narasi unggahan itu.

Kepala Lingkungan 3, Kelurahan Sempakata l, Kecamatan Medan Selayang, Julina Adhani Harahap mengatakan bahwa dirinya telah menerima informasi kejadian itu dan telah turun ke lokasi bersama dengan Lurah Sempakata. Peristiwa di video viral itu terjadi di salah satu rumah kos di Jalan Setia Budi, Gang Gereja Karo, Sabtu (7/3).

ADVERTISEMENT

"Kalau video yang beredar itu, memang benar mereka ngetuk-ngetuk pintu itu. Sebelumnya, ada juga segerombolan orang yang datang ke situ, kata mereka mau ngasih-ngasih (jual) bubuk abate, tapi kalau yang kedua ini nggak tahu mau ngapain karena nggak dibuka sama penghuni kos itu," kata Julina saat dikonfirmasi detikSumut.

Julina mengatakan dari keterangan penghuni kos, gerombolan itu sudah dua kali mendatangi kos-kosan tersebut. Orang-orang itu datang dengan modus penyuluhan kesehatan dan menawarkan bubuk abate yang biasa digunakan untuk membasmi jentik nyamuk. Orang-orang tersebut, kata Julina, bukan petugas resmi dari pemerintah.

Gerombolan orang itu mengetuk pintu kamar berulang kali hingga membuat para penghuni kos ketakutan dan memutuskan untuk tidak membuka pintu kamarnya. Tak hanya di rumah kos yang viral itu, hal serupa juga dilakukan segerombolan orang tersebut di rumah-rumah lain di sekitaran kos tersebut.

"Jadi, mungkin mereka menjualkan bubuk-bubuk itu, tapi segerombolan ngetuk-ngetuk gitu. Jadi, orang ini (penghuni kos) pada ketakutan. Sudah dua kali juga datang ke situ katanya, untuk yang pertama kali itulah (modus) penyuluhan," sebutnya.

Terkait narasi unggahan yang menyebutkan bahwa penghuni kos kehilangan barangnya dan diancam menggunakan pisau oleh gerombolan orang tersebut, Julina menyebut sejauh ini pihaknya belum mendapatkan bukti terkait hal itu. Julina mengatakan sudah meminta keterangan dari penghuni kos yang viral tersebut, dan mereka mengaku tidak kehilangan barang.

"Saya tanya kalau untuk yang hilang-hilang di sini, katanya hilang laptop, hilang handphone, kata mereka nggak ada, untuk pengancaman juga nggak ada. Cuman anak-anak itu pada takut karena mereka (gerombolan orang) mengetuk-ngetuk," pungkasnya.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads