Nenek di Tapsel Ditemukan Tewas Belakang Rumah, Ada Luka Lebam

Nenek di Tapsel Ditemukan Tewas Belakang Rumah, Ada Luka Lebam

M Ilham Pradila - detikSumut
Rabu, 25 Feb 2026 23:30 WIB
Ilustrasi
Foto: Dok.Detikcom
Tapanuli Selatan -

Seorang nenek inisial BH berusia 78 ditemukan tewas di belakang rumahnya, Desa Palsabolas, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara. Korban ditemukan dengan luka lebam di bagian wajah.

Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan, Iptu Bontor Desmon Sitorus, mengatakan korban pertama kali ditemukan sekitar 20 meter dari rumahnya. Saat ditemukan, wajah korban dalam kondisi memar dan berdarah.

"Korban ditemukan dalam kondisi terbaring di belakang rumah," kata Bontor kepada detikSumut, Rabu (25/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bontor menjelaskan, pihaknya menerima informasi dari masyarakat terkait adanya korban dengan luka tidak wajar yang telah dibawa ke RSUD Padangsidimpuan. Namun, nyawanya tidak tertolong.

ADVERTISEMENT


"Begitu menerima informasi, saya langsung memerintahkan personel Samapta dan piket fungsi untuk mengecek ke rumah sakit sekaligus melakukan langkah awal penyelidikan," ujarnya.

Dari hasil pengecekan, korban dinyatakan meninggal dunia dengan luka di bagian wajah yang diduga dianiaya . Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa itu bermula pada Selasa (24/2) sekitar pukul 23.30 WIB malam. Anak korban yang pulang ke rumah mendapati kondisi rumah berantakan.

Ia kemudian mencari ibunya ke dalam dan sekitar rumah, namun tidak ditemukan. Warga yang ikut mencari akhirnya menemukan korban di belakang rumah dalam kondisi terluka dan mulut mengeluarkan darah.

"Sekitar 20 meter di belakang dari rumahnya ditemukan korban,"ucapnya.

Polisi telah memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, visum et repertum (VER) juga telah dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban.

"Kami masih memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bahan keterangan. Penyelidikan masih berlangsung," tegas Bontor.

Polisi mengimbau masyarakat tidak berspekulasi terkait motif maupun pelaku sebelum hasil penyelidikan resmi disampaikan.




(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads